BPKN Minta Warga Lapor Jika Temukan Kenaikan Harga Berlebihan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Kemendag, Rizal E Halim meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan kenaikan harga yang berlebihan. Terutama laporan berupa kenaikan obat-obatan ataupun produk farmasi lainnya.

"BPKN telah mengeluarkan 5 maklumat kepada konsumen atau masyarakat di seluruh Indonesia dalam melindungi diri, keluarga dan lingkungan dari penyebaran virus COVID-19," kata Rizal E. Halim, Kamis 7 Juli 2021.

Baca juga: Puluhan Paspampres Geruduk Polres Jakbar

Pertama, BPKN meminta konsumen dan pelaku usaha untuk patuh dan disipilin menjalankan PPKM darurat demi melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Kedua, BPKN meminta konsumen dan pelaku usaha memperluas informasi kebijakan Pemerintah tentang harga eceran tertinggi (HET) obat obatan dan penanganan Isolasi mandiri yang difasilitasi telemedicine dan obat gratis.

Ketiga BPKN meminta konsumen (masyarakat) segera melaporkan pada petugas terdekat jika terjadi kenaikan harga obat, vitamin dan produk farmasi lainnya dengan mempersiapkan struk, foto produk dan sebagainya.

Pelaku usaha atau pihak pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga dengan tidak wajar akan diganjar dengan hukuman pidana sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlalu.

Keempat, BPKN pun meminta konsumen (masyarakat) melaporkan jika ada anggota masyarakat di sekitar lingkungannya yang masih melanggar aturan PPKM darurat.

Kelima, meminta konsumen dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu berjuang menekan laju penyebaran COVID-19 yang telah merenggut nyawa banyak di sekitar kita.

Ditambahkan Rizal, PPKM darurat sangat membutuhkan kesadaran dan dukungan konsumen dan pelaku usaha.

“Kita berharap dukungan konsumen dan masyarakat dapat membantu bangsa kita ini segera bebas dari penularan COVID-19 sekaligus menyelamatkan lingkungan terkecil kita masing-masing,” kata dia. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel