BPKP kawal penanganan dan penyaluran bantuan bagi korban gempa Cianjur

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengawal penanganan dan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah bagi warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Deputi Kepala BPKP Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pengembangan Manusia, dan Kebudayaan Iwan Taufiq Purwanto mengatakan bahwa pengawalan dilakukan untuk memastikan semua warga yang terdampak gempa mendapatkan hak mereka.

"Dibutuhkan pengawalan terhadap penanganan bencana gempa bumi agar bantuan yang diserahkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Iwan di Jakarta, Kamis.

Menurut Iwan, BPKP telah menurunkan tim ke lokasi bencana dan pos pengungsian untuk melihat langsung proses penanganan dan pendistribusian bantuan bagi korban gempa bumi.

"Tim gabungan BPKP pusat dan perwakilan BPKP Jawa Barat telah terjun ke lapangan untuk meninjau langsung posko-posko dan dapur umum sekaligus memantau distribusi, penyaluran bantuan dari pemerintah, untuk memastikan masyarakat telah tertangani dengan baik," kata dia.

"Berdasarkan laporan dari tim gabungan, lokasi yang disambangi adalah posko pengungsian dan dapur umum yang berada di BPBD, Cianjur," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa tim gabungan BPKP selanjutnya akan memantau langsung distribusi bantuan bagi korban gempa di sejumlah titik.

Gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) siang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (23/11) telah menyebabkan 271 orang meninggal.

Selain itu, gempa bumi menyebabkan lebih dari seribu orang terluka dan puluhan ribu orang mengungsi serta mengakibatkan kerusakan 56.329 rumah, 31 sekolah, 124 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, dan 13 gedung/ perkantoran.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya mengatakan bahwa proses pencarian dan evakuasi korban gempa Cianjur ditargetkan selesai selama satu minggu.

Dia meminta kementerian dan lembaga pemerintah bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat penanganan kondisi darurat akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur.

Baca juga:
Polri kerahkan 16 anjing K-9 cari korban gempa Cianjur
Gubernur minta para kepala dinas jadi "bapak asuh" korban gempa Cianjur