BPOLBF dan Bandara Komodo jalin kerjasama branding pariwisata.

·Bacaan 3 menit

Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo (BPOLBF) menjalin kerjasama dengan manajemen Bandara Komodo Labuan Bajo untuk mempromosikan kawasan pariwisata di daerah itu melalui kampanye Rindu Labuan Bajo.

Direktur utama BPOLBF, Shana Fatina kepada wartawan, di Labuan Bajo, Rabu mengatakan bahwa ketersediaan sarana pendukung di dalam area Bandara Komodo merupakan salah satu cara mempromosikan pariwisata Labuan Bajo dan Flores.

"Selain itu, sebagai pintu masuk, bandara juga mampu memberikan informasi awal bagi para wisatawan sehingga memiliki referensi tempat tempat wisata atau jenis - jenis produk UMKM yang tersedia," katanya.

Menurut Shana keberadaan Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo sebagai pintu masuk wisatawan dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi gambaran umum bagi kegiatan Aktivitas Pariwisata di Labuan Bajo dan Destinasi Wisata lainnya di Pulau Flores.

Dalam rangka memperkuat branding Labuan Bajo sebagai destinasi wisata, beberapa spot di dalam area bandara komodo diubah dan dilakukan penambahan yang bertujuan untuk memberikan informasi yang diperlukan seperti hal - hal yang berkesan bagi wisatawan.

Untuk area kedatangan di dalam bandara telah dilakukan pemasangan "stand 3D Photo Boot" dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya. Selain itu dilakukan pula penambahan signage (papan Informasi) untuk memperjelas informasi bagi wisatawan. Penambahan juga akan dilakukan di area keberangkatan dengan menambahkan signage kampanye Rindu Labuan Bajo.

"Kampanye Rindu Labuan Bajo dimaksudkan untuk memicu perasaan rindu bagi para wisatawan yang sudah pernah ke Labuan Bajo untuk mengunjungi Labuan Bajo kembali," ujar dia.

Selain itu tersedia juga penempatan stand untuk penyediaan brosur brosur milik para pelaku industri pariwisata. Yang tak kalah pentingnya telah tersedia pula etalase display produk produk UMKM. Khusus untuk display (pajangan) produk-produk UMKM yang ditampilkan, merupakan produk produk UMKM milik pelaku usaha yang ada di Manggarai Barat khususnya dan NTT umumnya baik produk kuliner, tenun, kopi dan lain lain.

"Instalasi ini salah satunya menunjukkan Labuan Bajo tidak hanya punya keindahan alam tapi juga punya kebudayaan, produk - produk ekonomi kreatif (Ekraf) yang tidak kalah menarik dan kita mesti menampilkan itu sehingga orang orang bisa mengetahui aktivitas lain yang bisa dilakukan selama berada di Labuan Bajo," ujar Shana.

Lanjut Shana, keberadaan etalase di dalam area Bandara yang diperuntukkan bagi pemajangan produk - produk UMKM yang ada di Labuan Bajo Flores juga merupakan salah satu bentuk dukungan bagi pelaku Ekonomi Kreatif untuk memberikan ruang memasarkan produk UMKM yang dimiliki. Untuk itu, Shana mengajak pelaku Ekraf yang ada untuk segera berinovasi menciptakan produk - produk UMKM berbasis digital.

"Kita membuka kesempatan kepada seluruh UMKM yang ada di Labuan Bajo Flores untuk bisa menghubungi teman - teman BPOLBF karena kita akan mengganti display sebulan sekali tentunya juga dengan teman - teman UMKM Kita mendorong mereka untuk punya akses digital karena kita menggunakan QR Code disini jadi produk ini hanya contoh saja ketika wisatawan datang dan melakukan scan barcode bisa langsung terhubung ke whatsapp, instagram, facebook dan website mereka. Kita mendorong teman - teman UMKM untuk bisa segera Go digital sehingga produknya bisa diakses oleh lebih banyak orang," jelasnya

Sementara itu, Kepala UP Bandara Komodo, Haryanto mengapresiasi hadirnya penyediaan sarana informasi serta penyediaan instalasi etalase dalam menunjang keberadaan para pelaku Ekraf dan pelaku Pariwisata.

"Launching Rindu Labuan Bajo merupakan salah satu kerjasama kita dengan BPO yang mana di dalam bandara ini salah satu pintu masuk sehingga terima kasih buat BPO yang telah membantu bandara ini yang nantinya menentukan tampilan awal bagi wisatawan di Labuan Bajo. Terima kasih telah menyediakan instalasi - instalasi etalase ini," ujar dia

Baca juga: Otorita Labuan Bajo bantah tudingan caplok lahan warga Manggarai Barat
Baca juga: Detail kostum nasional "Komodo" pada ajang Miss Universe 2020
Baca juga: Balita 4,5 tahun di Pulau Komodo digigit komodo