BPOLBF-ITB kolaborasi perkuat pemasaran produk UMKM Labuan Bajo

·Bacaan 2 menit

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat upaya pemasaran produk pelaku UMKM di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

"Sebagai akselerator pembangunan pariwisata di Labuan Bajo Flores, BPOLBF berkoordinasi dengan lembaga pendidikan dalam hal ini ITB untuk bisa berbagi ilmu kepada teman-teman pelaku UMKM khususnya yang ada di Labuan Bajo tentang cara memasarkan produknya,” kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Rabu.

Bentuk kolaborasi BPOLBF dan Laboratorium Etnogafi Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tersebut dituangkan melalui webinar dengan topik “Design Thinking and Product Development sebagai Strategi Pemasaran di Labuan Bajo” pada 9 November 2021.

Webinar tersebut bertujuan memperkenalkan desain strategi pemasaran yang baru bagi para pelaku UMKM dan memberikan gambaran serta inovasi baru dalam memasarkan produk-produknya.
Baca juga: BPOLBF siapkan akomodasi standar CHSE dukung G-20

Shana berharap, baik pelaku UMKM dan BPOLBF sendiri mendapatkan solusi untuk memasarkan setiap bidang usaha yang ada di kawasan pariwisata Labuan Bajo Flores. Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberi referensi dan acuan dalam memperkuat pemasaran produk UMKM.

Dalam webinar tersebut, pemateri pertama yakni peneliti senior Ezra Pradipta Hidayat berbagi tentang tiga hal yaitu metode, proses, dan cara memulai pemikiran desain. Menurutnya metode tersebut adalah hal yang paling mendasar saat seseorang akan memasarkan produknya.

Ezra Pradipta Hidayat meminta pelaku UMKM harus mengenali dan memahami pelanggan sebanyak mungkin untuk dapat memasarkan produknya.
Baca juga: Manggarai Barat-BPOLBF teken MoU pengembangan parekraf Labuan Bajo

Selanjutnya pemateri kedua yakni pemilik dan pendiri Eugenio Hendro Design Studio Eugenio Hendro mengajak pelaku usaha untuk mengerti pengembangan produk UMKM dan cara mentransformasi budaya menjadi ide kreatif.

Menurutnya, desain memegang peranan penting dalam pengembangan produk. Desain merupakan penambah nilai, pembeda, peningkat kualitas, media komunikasi, dan daya tarik.

"Kita bisa menjual sebuah kisah dan cerita di balik desain,” ujar Eugenio.

Baca juga: BPOLBF dorong investasi pariwisata Labuan Bajo berwawasan lingkungan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel