BPOM: 19 Produk Dry Shampoo Ditarik di Pasar AS Tak Beredar di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa 19 produk sampo kering aerosol atau dry sampo yang ditarik dari pasaran di Amerika Serikat dan Kanada tak beredar di Indonesia. produk shampoo itu ditarik di pasaran Amerik Serikat dan Kanada karena mengandung kadar benzena bahan kimia yang menyebabkan kanker.

Kepastian itu didapatkan BPOM setelah dilakukan penelusuran produk yang beredar di pasaran. Berdasarkan penelusuran data base kosmetika yang ternotifikasi/terdaftar di BPOM, dari 19 produk sampo yang ditarik di Amerika Serikat, terdapat dua produk yang memiliki izin edar di Indonesia. Namun belum pernah diimpor ke Indonesia.

Kedua produk yang ternotifikasi tersebut memiliki nama yang berbeda dengan produk yang ditarik di Amerika Serikat. Kedua produk itu adalah TRESEMME Dry Shampoo Volumizing, ternotifikasi di BPOM dengan nama TRESEMME Volume Clean Dry Shampoo (nomor notifikasi NE51221000008).

Kemudian TRESEMME Dry Shampoo Fresh and Clean, ternotifikasi di BPOM dengan nama TRESEMME Fresh Clean Dry Shampoo (nomor notifikasi NE51221000007). Sementara 17 produk lainnya tak terdafar di BPOM.

"BPOM menyatakan bahwa seluruh kosmetika yang ditarik dari peredaran di Amerika Serikat, tidak beredar secara resmi di Indonesia. Berdasarkan data importasi, sampai saat ini kedua produk yang telah memiliki nomor notifikasi (izin edar) BPOM tersebut belum pernah diimpor ke wilayah Indonesia," tulis BPOM dalam pernyataan resminya dikutip Jumat (28/19).

Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022, Benzen merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetika. Cemaran Benzen pada sampo diduga berasal dari propelan.

"Propelan/bahan pendorong merupakan bahan yang dibutuhkan produk dalam bentuk sediaan aerosol yang berfungsi mendorong isi produk keluar dari kemasan dengan tekanan tertentu," tulis BPOM.

BPOM menjelaskan, bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai propelan antara lain gas yang dicairkan seperti turunan fluoroklorometana, etana, propana, butana, dan pentana, atau gas yang dimampatkan seperti karbon dioksida (CO2), Nitrogen (N2), dan Nitrosa. Senyawa Benzen yang terbentuk akibat reaksi kimia tersebut kemudian terurai menjadi senyawa yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia termasuk menyebabkan kanker.

"BPOM akan terus memantau isu Benzen dalam kosmetika dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pakar, akademisi, asosiasi, dan lintas sektor terkait baik di tingkat nasional maupun internasional."

Penjelasan Lengkap Unilever soal Produk Dry Shampoo yang Ditarik di Pasar AS

Unilever Indonesia angkat suara terkait penarikan produk shampoo kering aerosol atau dry shampoo dari pasaran di Amerika Serikat dan Kanada. Head of Communication PT Unilever Indonesia Tbk Kristy Nelwan menegaskan jika Unilever Indonesia bukan bagian dari penarikan dry shampoo di Amerika dan Kanada.

"Unilever AS dan Kanada secara sukarela menarik kode lot produksi spesifik dari dry shampoo, bukan shampo cair, yang diproduksi sebelum Oktober 2021 sebagai upaya kehati-hatian setelah penyelidikan internal mengidentifikasi adanya peningkatan kadar benzena," jelas dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/10).

Kristy menambahkan, dari evaluasi dampak kesehatan yang dilakukan secara independen menyimpulkan bahwa kadar benzena yang terdeteksi tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Unilever dipastikan tidak menggunakan benzena sebagai bahan dan menerapkan standar keamanan yang tinggi secara global yang membatasi jumlah jejak benzena yang dapat terjadi karena keberadaan alaminya dalam bahan baku tertentu.

"Kami senantiasa beroperasi dengan standar kualitas dan keamanan yang ketat, dan selalu mematuhi semua peraturan yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Unilever Indonesia terus berkerjasama secara aktif dengan otoritas terkait untuk memastikan produk-produk yang diedarkan di Indonesia aman untuk masyarakat," tegas dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reni Indriani memastikan, produk shampoo kering aerosol Dove hingga TRESemme di Amerika Serikat (AS) yang ditarik Unilever tidak terdaftar di Indonesia.

Kepastian itu didapatkan BPOM setelah dilakukan penelusuran produk yang beredar di pasaran. Karena itu, ia meminta konsumen untuk tidak khawatir dengan produk serupa yang beredar di pasar Indonesia. "Kami sudah melakukan penelusuran, produk tersebut tidak terdaftar di Indonesia," kata Reni.

BPOM dipastikan selama ini melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di pasar agar konsumen bisa tenang menggunakan berbagai produk, termasuk produk kecantikan seperti sampo.

BPOM terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar dan melakukan audit secara komprehensif. Hal ini dilakukan sesuai tupoksi BPOM sekaligus juga memberikan rasa aman kepada konsumen. "Kami terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar dan melakukan audit secara komprehensif," ucapnya.

Sebelumnya, perusahaan asal Inggris Unilever menarik sejumlah produk shampoo kering aerosol Dove hingga TRESemme di Amerika Serikat karena potensi mengandung benzena, bahan kimia yang menyebabkan kanker.

Produk-produk itu diduga diproduksi sebelum Oktober 2021. Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) menyebutkan beberapa produk seperti Dove Dry Shampoo Volume and Fullness, Dove Dry Shampoo Kelapa Segar, Nexxus Dry Shampoo Refreshing Mist dan Suave Professionals Dry Shampoo Refresh and Revive. [gil]