BPOM Bakal Jamin Keamanan dan Efektivitas Vaksin COVID-19

Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengirim tim ke sejumlah negara produsen vaksin COVID-19, yang akan digunakan di Indonesia.

Di negara-negara tersebut, BPOM akan memantau proses uji klinis dan produksi masing-masing vaksin, guna memastikan Keamanan dan Efektivitas vaksin COVID-19 yang akan diproduksi.

"Jadi ke beberapa lokasi produksi juga dilihat cara pembuatan obat yang baik, kemudian protokol dari uji klinis," kata Airlangga, dikutip Jumat 30 Oktober 2020.

"Sehingga tentu yang utama (dari vaksin COVID-19) adalah untuk keselamatan, aman, dan efektif," ujarnya.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Diharapkan Sudah Masuk Indonesia Desember 2020

Airlangga menegaskan, aspek aman dan efektif dari sebuah vaksin dalam melindungi masyarakat dari COVID-19, merupakan syarat utama dari penilaian BPOM terhadap masing-masing vaksin tersebut.

Karenanya, syarat aman dan efektif itulah yang harus dijamin oleh BPOM, dalam setiap pengawasan dan evaluasinya ke semua lokasi produksi vaksin COVID-19 tersebut.

"Jadi kalau seluruh persyaratan itu terpenuhi, seperti yang disampaikan Bapak Presiden, baru kita bisa lakukan imunisasi dengan perencanaan yang matang," ujarnya.

Diketahui, persetujuan terkait penggunaan semua jenis dan produksi vaksin untuk COVID-19, tetap harus melalui persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

Karena BPOM akan menjadi wakil pemerintah dalam mengecek terpenuhinya segala prosedur terkait proses uji coba klinis, pada vaksin COVID-19 dari berbagai varian dan produsen tersebut.

"Vaksin itu pintunya ada di Badan POM sebagai FDA (Food and Drug Administration)-nya Indonesia. Dengan demikian tentunya prosedur dari clinical trial harus dipenuhi," ujar Airlangga.

Airlangga berharap sejumlah vaksin COVID-19, yang sudah diuji coba klinis di negara lain, sudah bisa masuk Indonesia pada akhir tahun ini.

"Dalam hal pengadaan vaksin jadi yang juga sudah dilakukan uji klinis di negara lain itu diharapkan sudah bisa masuk di bulan Desember 2020," kata Airlangga, dikutip dalam video Satgas COVID-19, Jumat 30 Oktober 2020. (ren)

Seperti diketahui, jumlah pasien COVID-19 masih tinggi, maka selalu patuhi protokol kesehatan dan jangan pernah lupakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19