BPOM Izinkan Lansia Disuntik Vaksin COVID-19 Coronavac

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin coronavac buatan farmasi China Sinovac. Dikeluarkannya izin vaksin Sinovac untuk lansia diambil berdasarkan hasil ini klinis vaksin untuk lansia di Brasil dan China.

"Pada tanggal 5 Februari 2021 kemarin Badan POM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan atau emergency use authroziation vaksin Coronavac untuk usia di atas 60 tahun," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam koferensi pers virtual, Minggu 7 Februari 2021.

Penny menambahkan, hasil monitor BPOM tentang uji klinis terhadap kelompok lansia di beberapa negara tersebut menemukan data-data keamanan dan khasiat yang cukup. Dengan begitu penggunaan vaksin pada kelompok lansia dapat diberikan izin.

Dalam paparannya, Penny mengatakan, pada akhir Januari uji klinis terhadap 400 lansia di China menunjukkan bahwa vaksin Sinovac meningkatkan imunogenisitas atau kadar antibodi yang baik.

Kemudian, uji klinis fase 3 yang berlangsung di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang juga menyimpulkan vaksin aman dan tidak ada efek samping kematian atau efek samping serius dari dari derajat usia yang dilaporkan.

"Dari hasil studi klinik juga yang telah dilakukan efek samping umumnya terjadi adalah ringan yaitu mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit dan sakit kepala sebelah," ujar Penny.

Pemberian vaksinasi terhadap lansia ini, sama seperti vaksinasi yang diberikan kepada orang yang berusia 18-59 tahun. Yaitu diberikan sebanyak dua dosis namun, dengan selang waktu 28 hari tidak seperti pada usia dewasa yang diberikan dua dosis namun dengan selang waktu 14 hari.

Dalam kesempatan ini Penny juga mengingatkan, populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi, sehingga pemberian vaksin ini juga harus dilakukan secara hati-hati. Kelompok lansia cenderung memiliki berbagai komorbid atau penyakit penyerta yang harus diperhatikan sebelum memberikan vaksin

"Oleh karena itu proses screening menjadi sangat critical, sangat penting sebelum dokter memutuskan untuk memberikan persetujuan vaksinasi," ujarnya.