BPOM Musnahkan Obat Ilegal di Tiga Wilayah

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan berbagai macam produk obat ilegal hasil pengawasan di tiga wilayah, yaitu Jakarta, Bandung dan Serang, senilai Rp1.376.849.161.

Dalam keterangan pers BPOM di Jakarta, Jumat, Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (Tim TPBB) yang diketuai oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan melakukan pemusnahan terhadap obat tradisional, suplemen makanan, kosmetika dan pangan ilegal dengan rincian temuan 594 item dan 79.376 kemasan.

Pemusnahan produk ilegal dilakukan BPOM sebelumnya, yaitu pada tanggal 5 Februari 2013 di Ponorogo, Jawa Timur, karena BPOM melakukan penyitaan terhadap obat tradisional ilegal dengan jumlah temuan produk lebih kurang 283.760 botol, dan nilai keekonomian ditaksir Rp1.768.620.000


Sebelumnya, pada tanggal 18 Februari 2013 juga dilakukan pemusnahan temuan obat tradisional mengandung bahan kimia obat di Bandar Lampung dengan nilai keekonomian ditaksir Rp1.023.000.000.

Dalam rangka meningkatkan pengawasan barang beredar secara terpadu, termasuk Obat dan Makanan, serta untuk melindungi konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan, Badan POM RI menjadi bagian dari Tim TPBB yang melakukan operasi pengawasan barang beredar, dengan fokus pada pengawasan obat dan makanan, antara lain di kota Surabaya, Padang, Balikpapan, Pekanbaru, Manado, Semarang dan Batam.

Sementara itu, untuk lebih meningkatkan efektivitas pengawasan barang beredar yang meliputi produk non-pangan, pangan olahan dan pangan segar, serta penegakan hukum dalam kerangka perlindungan konsumen, pada 4 Januari 2013 juga telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag dengan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kepala Badan Karantina Pertanian dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

"Dengan adanya Nota Kesepahaman tersebut maka kerja sama di bidang pengawasan berdasarkan prinsip kemitraan dan kebersamaan, diharapkan dapat lebih meningkat khususnya yang terkait dengan sinergitas dan keterpaduan dalam pengawasan guna mewujudkan perlindungan konsumen dan memperkuat pasar domestik," demikian keterangan BPOM.

Pengawasan lebih lanjut akan dilakukan dalam bentuk pemusnahan obat dan makanan ilegal yang dilakukan oleh Balai POM di Palangkaraya, Balai Besar POM di Medan dan menyusul daerah-daerah lainnya.

BPOM juga menyatakan akan membawa kasus-kasus obat dan makanan ilegal tersebut ke tahap pro-justitia.

Masyarakat juga diimbau membantu untuk melapor ke petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Atau bila memerlukan informasi lebih lanjut terkait produk obat, obat tradisional, kosmetika, suplemen makanan, dan pangan ilegal, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM RI di nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id serta melalui Layanan Informasi Konsumen pada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.(rr)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.