BPOM Resmi Beri Izin Uji Klinik Ivermectin untuk Obat COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVAIvermectin belakangan ramai disebut-sebut bisa digunakan sebagai obat terapi COVID-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga sudah mengeluarkan izin edar dan penggunaan obat yang digunakan untuk penyakit cacingan ini.

BPOM pun kini telah resmi mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin. Dalam konferensi pers secara daring, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengingatkan bahwa Ivermectin adalah obat keras dan harus diberikan dengan resep dokter.

Pelaksanaan uji klinik ini, lanjut Penny, didasarkan juga pada data-data epidemiologi dimana Ivermectin sudah digunakan untuk penanggulangan COVID-19.

"Ada panduan dari WHO yang dikaitkan dengan treatment COVID-19 dan direkomendasikan Ivermectin dapat digunakan untuk perawatan COVID-19. Dalam kerangka uji klinik terdapat pendapat juga dari beberapa otoritas obat seperti FDA dan EMA dari Eropa," kata Penny dalam konferensi pers Senin, 28 Juni 2021.

Meski demikian, uji klinik masih harus mengumpulkan data dan saat ini masih belum konklusif apakah dapat digunakan untuk COVID-19.

Dengan pelaksanaan uji klinik ini, diharapkan akses masyarakat untuk obat bisa segera dilakukan secara luas.

Penny menjelaskan, metodologi uji klinik yang dilakukan adalah metodologi acak. Pengujian ditekankan pada keamanan Ivermectin.

"Uji klinik akan dilakukan di beberapa site, ada 8 rumah sakit. Jakarta, RS Persahabatan, RS Sulianti Saroso, RS Sudarso Pontianak, RS Adam Malik, RSPAD Gatot Subroto, RS Suyoto dan RSDC Wisma Atlet," tambah Penny.

Penny juga menyebutkan bahwa Ivermectin sebagai terapi COVID-19 sudah diterapkan di beberapa negara, termasuk India saat kasusnya melonjak tajam.

"India saat periode intensitasnya tinggi mereka gunakan Ivermectin, sampai mereda mulai tidak digunakan lagi," ujarnya.

Selain India, Ivermectin juga diketahui digunakan di Peru, Cekoslovakia, Slovakia dan beberapa negara lainnya. Uji klinik Ivermectin akan dilakukan selama 3 bulan dengan 28 hari masa pengamatan setelah pemberian Ivermectin selama 5 hari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel