BPOM Sebut Aman, Kemenkes Pakai Kembali Vaksin AstraZeneca

·Bacaan 2 menit

VIVA – Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan menyambut baik atas hasil pengujian vaksin AstraZeneca nomor bets CTMAV 547 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kualitas produk vaksin dengan efek samping yang dilaporkan.

Dari hasil uji sterilitas dan uji toksisitas abnormal yang dilakukan di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM, memutuskan vaksin AstraZeneca nomor bets CTMAV 547 telah memenuhi syarat mutu sehingga aman untuk digunakan dalam program vaksinasi nasional COVID-19.

“Pengujian ini merupakan wujud kehati-hatian pemerintah dalam menyediakan vaksin COVID-19. Dengan hasil ini maka penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca bets CTMAV 547 dalam program vaksinasi nasional COVID-19 bisa kembali dilanjutkan,” kata Nadia, dikutip dari keterangan persnya.

Seperti yang kita tahu, pada 16 Mei lalu, pemerintah sempat menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca nomor bets CTMAV 547. Hal ini menyusul akan dilakukannya investigasi dan pengujian oleh Badan POM terhadap keamanan dan efektivitas vaksin terhadap COVID-19.

Nadia kembali menegaskan program vaksinasi nasional hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat terhadap ancaman COVID-19. Untuk itu, pemerintah tentunya berupaya menghadirkan vaksin terbaik, yang bermutu dan efektif dalam melawan virus.

“Vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin yang paling banyak digunakan di dunia. Sehingga sudah pasti memenuhi syarat mutu dan aman digunakan. Jadi masyarakat tidak perlu takut, tidak perlu memilih jenis vaksin tertentu, karena semua vaksin ada saat ini adalah yang terbaik," ujar Nadia.

Senada dengan itu, vaksinasi gotong royong juga mulai dilaksanakan oleh pihak swasta. Termasuk sentra vaksinasi gotong royong Spark Jakarta yang melayani vaksinasi hingga 1.000 orang per-hari. Sampai tanggal 24 Mei 2021 sebanyak 1.574 orang karyawan dari 52 perusahaan telah menerima vaksinasi gotong royong di Spark Jakarta.

CEO LPKR John Riady, yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris Siloam, mengatakan, vaksinasi gotong royong bertujuan untuk melindungi karyawan perusahaan agar dapat membangun herd community, khususnya di lingkungan tempat kerja. Pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini perlu dilakukan secara masif agar dapat menjadi penggerak percepatan Indonesia bangkit di berbagai sektor usaha sehingga mempercepat pemulihan perekonomian nasional.

"Untuk itu kami mengajak seluruh rumah sakit di Indonesia dapat ikut serta menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi gotong royong," kata John.