BPOM Tambahkan Logo 'Pilihan Lebih Sehat' pada Produk Siap Konsumsi

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Untuk memudahkan konsumen dalam membeli dan memilih produk pangan yang lebih sehat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kembali menghadirkan kebijakan pencantuman logo 'Pilihan Lebih Sehat' pada produk siap konsumsi.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes, mengatakan, kebijakan ini diambil guna mendorong masyarakat untuk menjalani konsumsi berkesadaran, serta memilih produk yang aman dan sesuai kebutuhan.

"Badan POM mengakomodir penggunaan logo 'Pilihan Lebih Sehat'. Adalah dengan contreng hijau dalam bulatan hijau pada bagian utama label, untuk memudahkan konsumen dalam melihat dan memilih pangan yang sesuai dengan kebutuhannya," ujarnya dalam webinar bertajuk ‘Konsumsi Berkesadaran untuk Pilihan Asupan yang Lebih Sehat dan Lebih Baik, Investasi Kesehatan untuk Masa Depan’, yang digelar Frisian Flag Indonesia, Selasa, 6 April 2021.

Rita menambahkan, penerapan logo 'Pilihan Lebih Sehat' ini akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan profil gizi pangan olahan yang saat ini sudah dikaji.

"Ada dua hal yang sudah kami terapkan, pertama pada minuman siap konsumsi tanpa bahan tambahan pemanis. Jadi, minuman siap konsumsi ini adalah tanpa tambahan bahan tambahan pangan pemanis (BTP)," lanjut dia.

Sedangkan yang kedua, produk siap konsumsi yang nantinya akan diberi logo 'Pilihan Lebih Sehat' adalah pasta atau mi instan.

"Jadi untuk minuman siap saji, gulanya adalah batas maksimalnya 6 gram per 100 ml. Kemudian untuk pasta dan mi, maksimal kandungannya adalah 20 gram per 100 gram untuk lemak totalnya. Kemudian 900 mg per 100 gram untuk garamnya," terang dia.

Lebih lanjut, Rita menjelaskan, jika industri yang bersangkutan sudah memenuhi analisa hasil pengujian untuk penetapan mikronutriennya, maka produk dari industri tersebut sudah dapat menggunakan logo 'Pilihan Lebih Sehat'.

"BPOM juga akan memperluas tidak hanya hal tersebut. Nantinya, akan menambahkan beberapa produk lainnya, susu bubuk, keju, es krim, yoghurt dan lain-lainnya. Ini sedang kami kaji, karena akan bertahap kita akan cantumkan juga terkait dengan logo 'Pilihan Lebih Sehat'," kata dia.

Rita berharap, dengan pencantuman logo 'Pilihan Lebih Sehat' ini, masyarakat bisa memilih pangan yang lebih sehat dan dapat menurunkan asupan GGL (gula, garam, lemak).

"Sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada konsumen yang menjadi penentu keputusan dalam membeli, menyediakan pangan sesuai dengan kebutuhannya," tuturnya.

"Dan tentunya juga sekaligus mendorong terciptanya persaingan sehat di kalangan industri. Sehingga sekali lagi penentunya adalah masyarakat, mana yang akan dipilih dengan adanya logo 'Pilihan Lebih Sehat', ini tentu sangat membantu masyarakat," imbuh Dra. Rita Endang.