BPOM Teliti Ulang Kemasan Air Galon, Ini Hasilnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, melakukan pengujian ulang terhadap kandungan Bisfenol A yang diklaim terlalu tinggi di kemasan galon air minum jenis polikarbonat, atau galon guna ulang.

Hasilnya, mereka mendapati bahwa migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bagian per juta. Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM, yaitu sebesar 0,6 bpj.

Melalui keterangan resmi, dikutip Kamis 1 Juli 2021, BPOM menjelaskan bahwa BPA adalah senyawa kimia pembentuk plastik jenis PC.

Senyawa ini berbahaya bagi kesehatan, apabila terkonsumsi melebihi batas maksimal yang dapat ditoleransi oleh tubuh. Batas migrasi maksimal BPA adalah sebesar 0,6 bpj, sesuai ketentuan dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.

Pengujian ini dilakukan kembali, untuk mengklarifikasi berita-berita yang tidak benar soal BPA pada kemasan galon air minum dalam kemasan akhir-akhir ini. Hal itu dilakukan, demi memastikan kepada masyarakat bahwa air minum dalam kemasan AMDK galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

Mereka mengaku, secara rutin melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap AMDK dan berbagai jenis kemasannya. Pengawasan yang dilakukan meliputi penilaian terhadap sarana produksi, evaluasi terhadap produk, label dan kemasan, konsistensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik, dan sampling serta pengujian laboratorium.

“Hasil sampling dan pengujian laboratorium terhadap kemasan galon AMDK jenis polikarbonat yang dilakukan pada 2021, menunjukkan adanya migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj,” tulis BPOM.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel