BPOM Temukan Dua Pabrik Tahu Berformalin di Parung

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membongkar pabrik tahu yang menggunakan formalin di Desa Waru dan Desa Waru Kaum, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (10/6). Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menjelaskan, kedua pabrik itu memproduksi tahu mencapai 120 juta tahu per bulan. BPOM menemukan 38 kilogram formalin serbuk dan 60 kilogram formalin cair.

"Penggunaan bahan berbahaya di jalur pangan formalin ini cukup besar," kata Penny K Lukito, didampingi pejabat Polda Jawa Barat dan Pemkab Bogor.

Kata Penny, BPOM bersama kepolisian juga menyita sekitar 1.500 tahu siap distribusi ke tiga pasar di beberapa daerah, seperti Pasar Ciputat, Pasar Parung dan Pasar Jembatan Dua Jakarta.

Sebagai sanksi awal, kedua pabrik tersebut ditutup sehingga tidak ada aktivitas produksi tahu. Sementara pemiliknya, S (35) dan N (45) segera ditetapkan sebagai tersangka.

bpom temukan dua pabrik tahu berformalin di parung
bpom temukan dua pabrik tahu berformalin di parung

©2022 Merdeka.com

"Menurut Undang-Undang pangan, sanksinya lima tahun penjara atau denda Rp10 miliar, karena ini menggunakan bahan berhaya untuk pangan," kata Penny.

Dia mengaku kecewa bahwa masih menemukan sejumlah produsen tahu menggunakan formalin, saat intensif melakukan pengawasan tempat pengolahan pangan di 10 provinsi sejak awal 2022.

Sejak 2016, pemerintah telah melarang penggunaan formalin masuk ke jalur pengolahan pangan. Sehingga pemanfaatannya hanya untuk non-pangan seperti kayu dan pengawetan jenazah.

Sejak penggunaan formalin untuk pangan dilarang, pemerintah memberikan pemahit untuk setiap bahan formalin berbentuk cair, sehingga saat digunakan untuk bahan pangan akan terasa pahit dan memberi kesan makanan tidak layak konsumsi.

Namun, dua pabrik di Parung tersebut menggunakan bahan formalin berbentuk serbuk yang belum dicampur dengan pemahit.

"Mereka yang mengambil keuntungan, kejahatan pangan, menggunakan jenis lain, (formalin) padatan atau partikel. Mereka ada proses menjadikan cair. Tentu tidak ada pemahitnya. Saya kira ini sangat mengecewakan, menyedihkan," tuturnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel