BPOM: Vaksin Moderna Aman, Bisa Digunakan untuk Orang dengan Komorbid

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 Moderna di Indonesia.

Penny K. Lukito, Kepala BPOM mengatakan bahwa berdasarkan kajian yang mereka lakukan bersama Tim Ahli Komite Nasional Penilaian Vaksin COVID-19 dan ITAGI, vaksin Moderna dinyatakan aman.

"Secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2," kata Penny dalam konferensi pers virtualnya pada Jumat (2/7/2021).

Penny mengungkapkan, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di tempat penyuntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, dan sendi.

"Kejadian ini umumnya didapatkan setelah penyuntikan kedua," kata Penny melanjutkan.

Selain itu, profil keamanan vaksin Moderna pada orang berusia dewasa di bawah 65 tahun mirip dengan kelompok usia di atas 65 tahun.

"Jadi aman," kata Penny.

Boleh Diberikan pada Orang dengan Komorbid

Botol bertuliskan
Botol bertuliskan

Penny juga menjelaskan bahwa berdasarkan data imunogenisitasnya, peningkatan titer antibodi dan netralisasi menunjukkan pada kelompok usia lansia lebih rendah dibandingkan dewasa.

"Data efikasi berdasarkan uji klinik fase 3, menunjukkan adanya 94,1 persen pada kelompok usia 18 sampai 65 tahun, dan 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun," kata Penny.

BPOM juga mengungkapkan bahwa vaksin Moderna menunjukkan profil keamanan dan efikasi yang serupa pada kelompok populasi dengan komorbid.

"Jadi bisa diberikan pada populasi dengan komorbid berdasarkan hasil uji klinik fase 3, yaitu individu dengan penyakit paru kronis, jantung, obesita berat, diabetes, penyakit liver hati, dan HIV," kata Penny.

Vaksin mRNA Pertama yang Dapat Izin BPOM

Dalam perpanjangan kerja sama yang dilakukan pada Jumat (4/12/2020), Moderna Inc sepakat menambah 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Israel.(AFP/Joel Saget)
Dalam perpanjangan kerja sama yang dilakukan pada Jumat (4/12/2020), Moderna Inc sepakat menambah 4 juta dosis vaksin COVID-19 untuk Israel.(AFP/Joel Saget)

Vaksin Moderna menjadi vaksin COVID-19 kelima yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM RI.

Sebelumnya BPOM telah memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin Sinovac dari China, vaksin Sinovac produksi Bio Farma, vaksin AstraZeneca/Oxford, serta vaksin Sinopharm.

Namun, vaksin Moderna merupakan vaksin COVID-19 berbasis mRNA pertama yang mendapatkan EUA dari BPOM, untuk dapat digunakan di Tanah Air.

"Vaksin ini didapatkan melalui COVAX Facility, yaitu jalur multilateral dan diproduksi oleh Moderna TX Incorporated USA," kata Penny.

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel