BPPSDMP Lakukan Koordinasi Kegiatan DPMA/DPA melalui Program YESS

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan, mengatakan bahwa Kementerian Pertanian akan terus menyiapkan generasi muda terjun sebagai petani milenial yang siap membangun Indonesia. Petani milenial yang berjiwa wirausaha pertanian.

"Petani milenial yang lihai dan cakap memanfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini," jelas Mentan SYL.

Syahrul juga meminta generasi muda sebagai petani milenial meninggalkan pola lama dalam Bertani. Bangun pertanian secara maju, mandiri dan modern.Giatkan ekspor dengan koneksi pasar internasional dan berani berinteraksi dengan negara lain. Manfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan banyak informasi terkait pertanian.Jangan ragu menggunakan gadget, robot construction dan artificial intelligence agar produktivitas komoditas pertanian semakin meningkat

Menindaklanjuti dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian turut berperan melalui program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Program ini hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui Pendidikan dan pelatihan agar dapat menjadi agen pembangunan pertanian. Melalui program ini pula, pemuda/I dibentuk jiwa wirausaha pertaniannya mulai dari hulu sampai dengan hilir. Program YESS senantiasa berupaya melakukan penguatan, salah satunya koordinasi kegiatan DPM/DPA di Kabupaten Tasikmalaya.Upaya pada hari minggu, tanggal 29 Agustus 2021, pukul 10.00 WIB. Kunjungan dilaksanakan di dua tempat yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dan P4S Tazma Farm-Okiagaru.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Menteri Pertanian senantiasa mendorong penumbuhan 2,5 juta petani milenial, setelah dilantik menjadi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan oleh Presiden RI tanggal 6 Agustus 2021 lalu dan resonansi tersebut diperkuat gaungnya oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pada tanggal 24 Agustus dalam kuliah Umumnya di Polbangtan Bogor.Idha pun menyebutkan bahwa BPPSDMP melalui program YESS memberikan dukungan penguatan usaha petani milenial melalui dukungan pendanaan dan berbagai pelatihan dan permagangan.

Program YESS terus menggenjot program, rancangan konsep dan exit strategi sampai dengan tahun 2025.Pada kunjungan di Kabupaten Tasikmalaya, turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian Kab. Tasikmalaya, yaitu Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Tasikmalaya, Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Kab. Tasilmayala, Sekretaris Komandan Wilayah Duta Petani Milenial wilayah Tasikmalaya serta Duta Petani Milenial lainnya wilayah Tasikmalaya.

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Pada pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kab Tasikmalaya, menyampaikan bahwa Bupati siap mendorong kiprah petani milenial di wilayah Tasikmalaya. Petani milenial diikutsertakan dalam perencanaan Bappeda, untuk menyampaikan saran dan masukan terkait program dan kegiatan pembangunan pertanian wilayah Tasikmalaya.

Bupati pun memberikan bantuan lahan seluas 17 Ha untuk dikelola. Hidir, Sekretaris Komandan Wilayah Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa komoditas unggulan Tasikmalaya adalan rempah dan vanilla. Hidir pun menginformasikan bahwa Petani Milenial Tasikmalaya telah melakukan pengembangan business dan pengembangan jejaring pemasaran.

Disebutkan pula, bahwa petani milenial wilayah Tasikmalaya, telah mempunyai usaha pertanian dengan omzet luar biasa, seperti Ilal Maulina dengan pengembangan sayurnya, Irfan Muttaqin dengan peternakan domba, dan Erik Supriyatna. Ada pula peran P4S Okiagaru, di Rajapolah, melalui kolaborasi dengan farmers market, unggul mengembangkan peternakan domba dan horti.

Masukan dan beberapa peserta pertemuan tersebut yaitu perlunya pengajaran pengemasan buah-buahan pasca panen dimana buah-buahan tersebut dapat disajikan dalam bentuk di tangan konsumen. Perlu ada penelitian dan dukungan infratruktur.

Masyarakat pun berharap lebih dari P4S Okiagaru, agar dapat menjadi sentral informasi solusi berbagai permasalahan usaha pertanian dari hulu sampai dengan hilir. Ada pula yang berharap P4S Okiagaru dapat menjadi koperasi atau Perseroan Terbatas (PT). Tambahan informasi, bahwa wilayah Tasikmalaya memiliki 256 Penyuluh Pertanian untuk 341 desa serta terdapat 17 RPL.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel