BPPT dorong inovasi pengembangan energi alternatif

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mendorong perburuan inovasi pengembangan energi alternatif untuk mendukung ketersediaan energi nasional yang bersih dan ramah lingkungan.

"BPPT siap berburu inovasi energi terbarukan bersama seluruh stakeholder dalam ekosistem inovasi," kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.

Pembangunan nasional, lanjut dia, tidak terlepas dari sektor energi listrik mengingat ketersediaan sumber energi fosil yang kian menipis, sehingga pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi urgensi bagi pemerintah dalam mempertahankan ketersediaan energi.

Baca juga: BPPT lakukan rekayasa cuaca tingkatkan tinggi muka air Danau Toba

Sebagai salah satu Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, BPPT mendukung program pengembangan energi alternatif sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menjadi landasan pemerintah dalam mengelola energi di dalam negeri.

BPPT melakukan berbagai inovasi teknologi pengembangan energi alternatif di antaranya pembangkit listrik tenaga sampah, pembangkit listrik tenaga biogas dari limbah sawit, hingga produksi bahan bakar biodiesel 30 persen atau B30 dalam rangka mengurangi impor minyak solar.

Tak hanya itu, BPPT juga melakukan beragam pengkajian dan penerapan teknologi bidang ketenagalistrikan, seperti perekayasaan sistem smartgrid untuk bangunan dan fast charging station untuk mendukung kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga surya sebagai sumber energi alternatif.

"Saya berharap penguasaan teknologi dapat memberikan manfaat bagi pengembangan energi alternatif di Indonesia," kata Hammam Riza.

Baca juga: PGE targetkan listrik panas bumi tumbuh dua kali lipat pada 2026

Dia menambahkan bahwa BPPT juga melakukan pembinaan kemampuan industri ketenagalistrikan nasional, sehingga tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bidang energi baru dan terbarukan dapat bertambah secara signifikan.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki komitmen pencapaian bauran energi bersih sebesar 23 persen pada 2025. Saat ini porsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional baru mencapai 11,2 persen.

Merujuk data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2020, kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan di Indonesia masih berjumlah 10.467 MegaWatt (MW) yang terdiri atas 3,6 MW tenaga hybrid, 154,3 MW tenaga angin, 153,8 MW tenaga surya, 1.903,5 MW tenaga bio, 2.130,7 MW tenaga panas bumi, dan 6.121 MW tenaga air.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan bisa mencapai lima persen atau sebanyak 978 megawatt MW sepanjang tahun ini. Salah satu strategi yang diampu dalam proses transisi energi adalah mengganti sumber energi yang tinggi emisi dengan sumber energi yang memiliki emisi lebih rendah, seperti pengoptimalan gas alam dan surya ketimbang batu bara.