BPS: 2012 Ekspor Merosot Impor Membengkak

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mengumumkan total nilai ekspor Indonesia sepanjang 2012 mencapai 190,04 miliar dolar AS, atau turun 6,61 persen dari jumlah nilai pengiriman barang dagangan ke luar negeri pada 2011 sebesar 203,5 miliar dolar AS.

"Secara keseluruhan selama tahun lalu, baik sektor migas maupun nonmigas, merosot yang mengakibatkan terjadi akumulasi penurunan total ekspor," kata Kepala BPS, Suryamin, di Gedung BPS, Jakarta, Jumat.

Total ekspor migas selama 2012 tercatat 36,97 miliar dolar AS turun 10,86 persen jika dibandingkan dengan total ekspor migas pad tahun 2011 yang mencapai 41,48 miliar dolar AS.

Begitu pula, lanjut dia, ekspor nonmigas merosot 5,52 persen dari 162,12 miliar dolar AS menjadi hanya 153,07 miliar dolar AS.

Menurut Suryamin, pada sektor migas penurunan dipicu merosotnya ekspor minyak mentah sebesar 11 persen dari 13,83 miliar dolar AS menjadi 12,29 miliar dolar AS, penurunan hasil minyak sebesar 12,93 persen dari 4,77 miliar dolar AS menjadi 4,16 miliar dolar AS.

Penurunan juga diikuti ekspor gas yang merosot 10,28 persen dari 22,87 miliar dolar AS pada tahun 2011 menjadi hanya 20,52 miliar dolar AS pada tahun 2012.

Suryamin mengemukakan, selama 2012, dari 10 komoditas nonmigas tercatat tujuh mengalami penurunan ekspor, seperti bahan bakar mineral, lemak, dan minyak lemak nabati, mesin/peralatan listrik, karet dan barang dari karet, komoditas bijih, kerak, dan abu logam, kertas/karton, dan pakaian jadi bukan rajutan.

Komoditas nonmigas yang mengalami kenaikan hanya tiga, yaitu mesin-mesin/pesawat mekanik dan kendaraan serta bagiannya.

"Periode Januari--Desember 2012, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi 63,05 persen terhadap total ekspor nonmigas," kata Suryamin.

Sementara itu, berdasarkan tujuan ekspor, selama 2012, ekspor Indonesia terbesar masih ke China yang mencapai 20,86 miliar dolar AS atau mengontribusi 13,63 terhadap total ekspor nasional, disusul Jepang sebesar 17,23 miliar dolar AS (11,25 persen), selanjutnya ke Amerika Serikat 14,59 miliar dolar AS (9,53 persen), dan India sebesar 12,45 miliar dolar AS.

Khusus ke negara-negara ASEAN, Singapura masih menjadi tujuan ekspor Indonesia terbesar yang mencapai 10,56 miliar dolar AS, disusul Malaysia 8,47 miliar dolar AS, selanjutnya Thailand 5,49 miliar dolar AS.

Adapun ekspor ke negara-negara Uni Eropa, terbesar ke Jerman yang mencapai 3,07 milair dolar AS, selanjutnya Inggris 1,7 miliar dolar AS, dan Prancis sebesar 1,13 miliar dolar AS.

"Umumnya nilai ekspor Indonesia hampir ke seluruh negara tujuan mengalami penurunan meskipun dari sisi volume ekspor mengalami peningkatan. Penurunan nilai ekspor lebih karena harga-harga komoditas terutama CPO, barang tambang mengalami kemerosotan," tegas Suryamin.

Meskipun demikian, dia menjelaskan bahwa pekerjaan pemerintah untuk lebih menggenjot volume ekspor masih relatif cukup tinggi, terutama ke negara-negara


Mengenai total ekspor menurut sektor, BPS mencatat bahwa selama 2012 didominasi sektor industri yang mencapai 61,11 persen, disusul sektor migas 19,45 persen, sektor tambang 16,5 persen, dan pertanian sebesar 2,94 persen.

Impor


Sementara itu, total impor Indonesia selama 2012 mencapai 191,67 miliar dolar AS, meningkat 8,02 persen jika dibandingkan dengan nilai impor pada tahun 2011 yang mencapai 177,44 miliar dolar AS.

Kanaikan total nilai impor, menurut dia, terutama didorong melonjaknya impor migas sebesar 4,58 persen dari 40,71 miliar dolar AS menjadi 42,57 miliar dolar AS, dan impor nonmigas sebesar 9,05 miliar dari 136,73 miliar dolar AS menjadi 149,11 miliar dolar AS.

"Kenaikan impor migas disebabkan peningkatan impor hasil minyak dan gas masing-masing sebesar 1,94 prsen dan 118,17 persen," kata Suryamin.

Adapun kenaikan impor 10 barang nonmigas tertinggi selama 2012 daripada tahun sebelumnya adalah barang dari besi dan baja yang meningkat 36,82 persen dari 3,57 miliar dolar AS menjadi 4,89 miliar dolar AS, disusul impor kapal terbang dan bagiannya naik 31,39 persen menjadi 4,4 miliar dolar AS, kendaraan bermotor dan bagiannya naik 28,29 persen menjadi 9,75 miliar dolar AS.

Impor nonmigas yang mengalami penurunan, yaitu serelia dari 4,75 miliar dolar AS menjadi 3,71 miliar dolar AS.

Suryamin menegaskan bahwa secara keseluruhan peningkatan impor selain didorong tingginya permintaan pasar dalam negeri, juga akibat meningkatnya barang modal.

"Peningkatan barang modal merupakan sinyal tumbuhnya sektor riil, terutama industri dan manufaktur," katanya.

Dijelaskan, dari total impor nonmigas Indonesia selama 2012, jumlah impor terbesar berasal dari China yang mencapai 28,96 miliar dolar AS, diikuti Jepang 22,69 miliar dolar AS, berikutnya Amerika Serikat 11,56 miliar dolar AS, Thailan 11,29 miliar dolar AS, Singapura 10,64 miliar dolar AS.

Selanjutnya, impor dari Korea Selatan mencapai 8,3 miliar dolar AS, Malaysia 6,32 miliar dolar AS, Australia 5,07 miliar dolar AS, Taiwan 4,2 miliard dolar AS, Jerman 4,18 miliar dolar AS, India 4,02 miliar dolar AS, Prancis 1,89 miliar dolar AS, dan Inggris 0,92 miliar dolar AS.

"Total impor Indonesia dari ke-13 negara tersebut mencapai 80,77 persen dari total impor nasional," kata Suryamin.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler