BPS: Ada Dua Kali Kenaikan Harga Bahan Pokok  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah untuk menjaga laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran. Kepala BPS Suryamin mengatakan inflasi Juni 2012 sebagian besar disumbang oleh bahan makanan pokok.

»BPS memperkirakan akan terjadi dua kali kenaikan harga bahan makanan dan barang-barang jadi. Kenaikan harga akan terjadi pada Juli dan Agustus karena bertepatan dengan libur sekolah dan Lebaran,” kata Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin, 2 Juli 2012.

BPS merilis kenaikan harga pada kelompok bahan makanan rata-rata sebesar 1,57 persen. Inflasi Juni tercatat 0,62 persen dan laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2012 sebesar 1,79 persen dan laju inflasi year on year 4,53 persen.

Pemicu lonjakan inflasi pada Juni 2012 adalah inflasi bahan makanan sebesar 0,39 persen. Andil selanjutnya adalah makanan dan minuman jadi sebesar 0,09 persen, perumahan, air, gas sebesar 0,08 persen, sandang 0,03 persen, kesehatan 0,01 persen, dan pendidikan, serta transpor 0,01 persen.

Suryamin mengatakan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2012 antara lain cabai merah, bawang putih, daging ayam ras, ikan segar, gula pasir, telur ayam, beras, daging sapi, dan bawang merah. »Dari 66 kota IHK (indeks harga konsumen) yang dipantau BPS, seluruhnya mengalami inflasi,” ujarnya.

Inflasi tertinggi di Kota Ambon 2,39 persen dan Manokwari 2,05 persen, sedangkan terendah di Kota Bima 0,04 persen. Faktor penghambat kenaikan inflasi adalah penurunan harga minyak goreng, bensin jenis Pertamax, dan Pertamax Plus.

Direktur Statistik Harga BPS, Sasmito Hadi Wibowo, mengatakan tren Juli dan Agustus harga-harga barang dan bahan makanan akan masuk dalam periode naik.

"Inflasi bulan ini dan bulan depan juga masih tinggi karena tingginya permintaan masyarakat tersebut," kata dia dalam kesempatan sama.

Dia menyebutkan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai mengalami kenaikan harga di antaranya ayam, ikan dan daging, bumbu masakan, serta beras. Selain itu, harga transportasi angkutan darat juga diperkirakan akan naik seiring dengan rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan membatasi penumpang tanpa kursi.

»Kenaikan harga barang-barang akan sulit dikendalikan karena harga-harga barang-barang impor juga telah mengalami kenaikan. Penyebabnya adalah tingginya permintaan di dalam negeri,” ujarnya.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat