BPS: COVID-19 Buat Pengangguran di RI Naik Jadi 9,77 Juta Orang

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah pengangguran akibat dampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Pengangguran bertambah 2,67 juta orang dari Agustus 2019 menjadi 9,77 juta pada Agustus 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah angkatan kerja juga meningkat 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Kondisi itu seiring dengan kenaikan penduduk usia kerja sebesar 2,78 juta menjadi 203,97 juta orang.

"Pengangguran meningkat 2,67 juta orang sehingga jumlah pengangguran 9,77 juta orang. Yang bekerja menurun 0,31 juta menjadi 128,45 juta," kata dia, Kamis, 5 November 2020.

Adapun dari jumlah orang yang bekerja pada periode itu, 82,02 juta orangnya pekerja penuh. Catatan tersebut turun 9,46 juta orang dari catatan pada Agustus 2019. Sedangkan pekerja paruh waktu dan setengah menganggur naik.

Untuk pekerja paruh waktu naik hingga 4,32 juta orang menjadi 33,34 juta orang. Sedangkan setengah penganggur naik 4,83 juta orang dari Agustus 2019 menjadi 13,09 juta orang pada Agustus 2020.

"Kalau dilihat pandemi membawa dampak luar biasa kepada ketenagakerjaan di mana pekerja penuh jadi turun, pekerja tidak penuh dan setengah pengangguran naik," tuturnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, pekerja formal juga mengalami penurunan dibanding Agustus 2019, yakni dari 44,12 persen menjadi hanya 39,53 persen. Sedangkan informal dari 55,88 persen menjadi 60,47 persen.

Dengan catatan tersebut, menurut dia, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen. Sebelumnya pada Agustus 2019 hanya 5,23 persen dan pada Agustus 2018 menjadi 5,3 persen.

Adapun khusus penduduk usia kerja yang langsung terdampak COVID-19 dikatakan Suhariyanto mencapai 29,12 juta orang. Dari situ, 2,56 juta orang pengangguran karena COVID-19.

Kemudian, 760 ribu orang bukan angkatan kerja karena COVID-19, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja karena COVID-19 dan 24,03 juta orang merupakan bekerja dengan pengurangan jam kerja karena COVID-19.