BPS: Ekspor Turun Impor Berkurang

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statitsik (BPS) mencatat total nilai ekspor dan impor Indonesia periode Januari 2013 menurun jika dibandingkan dengan periode Desember 2012.

Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Jumat mengatakan nilai ekspor Januari 2013 mencapai 15,38 miliar dolar AS, turun 0,11 persen dibanding periode Desember 2012 sebesar 15,39 miliar dolar, sedangkan impor berkurang 0,22 persen menjadi 15,55 miliar dolar.

"Total ekspor periode Januari 2013 terdiri atas ekspor nonmigas sebesar 12,76 miliar dolar AS, dan ekspor migas sebesar 2,61 miliar dolar AS," kata Suryamin.

Menurut Suryamin, bila dibandingkan dengan total ekspor periode Januari 2012 (year on year/yoy), ekspor pada Januari 2013 tersebut mengalami penurunan 1,24 persen.

Ia menjelaskan, selama Januari 2013 kenaikan ekspor nonmigas Indonesia terbesar terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati yang melonjak 311,7 persen menjadi sebesar 1,94 miliar dolar.

Kemudian disusul mesin/peralatan listrik sebesar 834,5 juta dolar AS (naik 91,1 persen), mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 6,10 juta dolar AS dolar (naik 69,2 persen), kendaraan dan bagiannya sebesar 403,5 juta dolar AS (naik 30,2 persen).

Sedangkan ekspor nonmigas yang mengalami penurunan terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 141,8 persen menjadi 2,12 miliar dolar AS.

Disusul komoditi bijih, kerak, dan abu logam merosot 116,8 persen menjadi 448,1 juta dolar AS, kayu, barang dari kayu turun 53,4 persen menjadi 257,4 juta dolar AS, dan komoditi kertas/karton tergerus 49,2 persen menjadi 267,4 juta dolar AS.

Suryamin menambahkan, berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Cina pada Januari 2013 merupakan yang tertingi sebesar 1,486 miliar dolar AS, disusul Jepang 1,4 miliar dolar AS, selanjutnya India sebesar 1,32 miliar dolar AS.

"Kontribusi ekspor nonmigas Indonesia ke tiga negara tersebut mencapai 32,94 persen dari total ekspor nasional yang mencapai 12,76 miliar dolar AS, sedangkan ekspor ke Uni Eropa (27 negara) mencapai 1,45 miliar dolar AS atau mengkontribusi 11,36 persen," kata Suryamin.

Sementara itu berdasarkan sektor selama Januari 2013, ekspor terbesar terjadi pada sektor industri yang mencapai 4,18 miliar dolar AS atau mengkontribusi 63,63 persen dari total ekspor nasional, disusul sektor migas sebesar 17 persen atau 2,61 miliar dolar AS, sektor tambang 16,7 persen atau senilai 2,57 miliar dolar AS, dan pertanian 2,67 persen atau senilai 410,1 juta dolar AS.

Impor


BPS juga mencatat total nilai impor Indonesia pada Januari 2013 mencapai 15,55 miliar dolar AS, turun 0,22 persen dibanding impor periode Desember 2012 sebesar 15,58 miliar dolar AS.

Total impor total impor Januari 2013 terdiri atas impor non migas sebesar 11,51 miliar dolar AS dan impor migas sebesar 4,04 miliar dolar AS.

Penurunan total impor disebabkan merosotnya impor nonmigas sebesar 369,4 juta dolar AS sementara impor migas meningkat 334,8 juta dolar AS.

"Impor migas dipicu meningkatnya impor minyak mentah sebesar 398,2 juta dolar AS atau naik 50,52 persen, dan impor gas sebesar 42,6 juta dolar AS, atau melonjak 17,39 persen," kata Suryamin.

Secara keseluruhan tambahnya, peningkatan impor nonmigas sebesar 6,13 persen atau sebesar 675,2 juta Jika dibandingkan periode Mei 2011, nilai impor melonjak 16,09 persen," ujarnya.

Namun saat yang bersamaan terjadi penurunan impor migas sebesar 12,44 persen dari 4,12 miliar dolar AS menjadi 2,61 miliar dolar AS.

Sementara itu, pada 10 golongan barang utama, impor terbesar terjadi pada mesin dan peralatan mekanik yang mencapai 2,18 miliar dolar AS (turun2,27 persen).

Kemudian didusul mesin dan peralatan listrik 1,74 miliar dolar AS (turun 5,24 persen), besi dan baja 883,6 juta dolarAS (naik 31,14 persen), dan kendaraan bermotor dan bagiannya 652 juta dolar AS (naik 8,14 persen).

Sedangkan impor terkecil terjadi pada perangkat optik sebesar 212,1 juta dolar AS (naik 14,16 persen), kapas 242 juta dolar AS (naik 10,35 persen), serealia 333,6 juta dolar AS (turun 25,54 persen), barang dari besi dan baja 346,6 juta dolar AS (turun 24,26 persen), dan plstik dan barang dari plastik 580,4 juta dolar AS (naik 3,53 persen).

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2013, masih ditempati Cina senilai 2,39 miliar dolar AS dengan pangsa pasar 20,74 persen dari total impor nonmigas.

Disusul impor dari Jepang senilai 1,42 miliar dolar AS (12,33 persen), selanjutnya Singapura 843,9 juta dolar AS (7,33 persen), dan Thailan 805,2 juta dolar AS (7 persen).

Pada saat yang bersamaan, impor nonmigas dari negara-negara ASEAN mencapai 2,42 miliar dolar AS, yang mengkontribusi 20,99 persen dari total impor nonmigas, sementara nilai impor dari Uni Eropa mencapai 1,23 miliar dolar AS atau menguasai pangsa pasar 10,67 persen.

Berdasarkan golongan penggunaan barang, selama Januari 2013 impor nonmigas terbesar terjadi pada bahan baku/penolong yang mencapai 11,99 miliar dolar AS atau berperan sebesar 77,17 persen, disusul impor barang modal 2,63 miliar dolar AS atau mengkontribusi 16,92 persen, dan impor barang konsumsi 5,91 persen, atau senilai 919,6 juta dolar AS.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...