BPS Gelar Sensus Penduduk Lanjutan di 2022

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan tahun depan BPS akan melakukan Sensus Penduduk 2020 Longform yang merupakan pengamalan dari Survei Penduduk tahun 2020. Sensus penduduk ini tidak dilakukan untuk semua penduduk, melainkan hanya sebagian rumah tangga.

"Sampel ini 4,3 juta rumah tangga yang akan bertanya seputar karakteristik penduduk, migrasi, pendidikan dan komunikasi, disabilitas , ketenagakerjaan, fasilitas, mobilitas dan perumahan," terang Margo dalam Workshop Membingkai Data, Mengungkap Makna, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Margo menjelaskan dalam satuan pencacahan, Sensus Penduduk Longform akan menyasar sebanyak 268.431 blok sensus. Artinya sampel dalam sensus ini mencapai di tingkat kabupaten/kota.

Setidaknya, akan ada 83 pertanyaan yang diajukan kepada sampel dengan cara wawancara langsung. Rencananya sensus penduduk ini akan berlangsung selama satu bulan.

"Akan dilakukan pada Mei-Juni 2022," kata dia.

Adapun manfaat dari Sensus Penduduk Longform ini untuk mendapatkan parameter jumlah distribusi dan komposisi penduduk. Memperoleh data untuk penghitungan parameter demografi. Sumber data dari indikator angka kematian ibu.

Kemudian memperbaharui data yang akan digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk. Menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan. Serta mendapatkan sumber data dari indikator kependudukan untuk SDGs yang yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertanian

Ilustrasi petani. (Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay)
Ilustrasi petani. (Gambar oleh Sasin Tipchai dari Pixabay)

Selain itu, tahun depan BPS juga akan melakukan persiapan Sensus Pertanian tahun 2023. Di tahun depan BPS akan melakukan ujicoba sebelum dilakukan pada tahun 2023.

"Semua bisnis proses tahun kemarin akan kita coba di tahun 2022, kalau ada perbaikan nanti kita lakukan untuk selanjutnya digunakan di tahun 2023," kata dia.

Adanya ujicoba diharapkan bisa terkonsolidasi dengan data-data dari kementerian terkait. Sehingga bisa memaksimalkan 1 data Indonesia.

"Sensus Pertanian akan berkolaborasi beberapa kementerian biar tidak data yang simpang siur," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel