BPS harap tidak ada penolakan masyarakat pada petugas SP2020

·Bacaan 2 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap kegiatan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) lanjutan di tahun 2022 dengan melibatkan petugas terlatih tidak mendapat penolakan dari masyarakat.

"Saya berharap masyarakat yang menjadi sasaran pendataan secara acak, tidak menolak kehadiran petugas yang akan mendata kepada masyarakat terkait parameter demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi serta informasi penting lainnya. ," kata Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti dalam rangkaian Sosialisasi SP2020 lanjutan di aula kantor BPS Sultra, Rabu.

Menurut Agnes, jumlah petugas pencacah yang telah mendapat mandat resmi dari BPS Sultra dalam SP2020 sebanyak 1.324 orang yang tersebar pada 17 kabupaten kota di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

"Jadi petugas pencacah SP2020 yang langsung ke masyarakat dilengkapi dengan identitas diantaranya surat tugas dari BPS Kabupaten kota setempat, memakai rompi berwarna biru tua dengan logo BPS, Sensus Penduduk 2020 dan membawa tas punggung berwarna hitam," tegasnya.

Baca juga: BPS bakal adakan sensus penduduk lanjutan pada 2022

Baca juga: BPS: Penduduk Indonesia didominasi generasi Z dan milenial

BPS Sultra pada rangkaian Sosialisasi SP2020 Lanjutan di Kantor BPS Sultra, Rabu. (Foto ANTARA/Azis Senong)
BPS Sultra pada rangkaian Sosialisasi SP2020 Lanjutan di Kantor BPS Sultra, Rabu. (Foto ANTARA/Azis Senong)

Adapun waktu pelaksanaan pendataan, lanjut Agnes, dilakukan dua tahap yakni data pemutakhiran rumah penduduk dilaksanakan tanggal 15-30 Mei dan tahap ke dua pada tanggal 1-30 Juni sebagai tahap wawancara yang lebih rinci kepada rumah tangga yang menjadi sampel.

Ia menegaskan, pentingnya Sensus Penduduk 2020 lanjutan dimaksudkan untuk mendapatkan parameter demografi yang akurat. Kegiatan yang sempat tertunda dan mengalami penghentian akibat COVID-19 di tahun 2021 sehingga baru dilaksanakan pada Mei-Juni tahun ini.

"Harapan BPS Sultra dalam SP2020 ini adalah respon masyarakat secara umum dan rumah tangga ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ujar Agnes yang didampingi Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sultra Ahmad Luqman.

Peserta Sosialisasi SP2020 Lanjutan yang diselenggarakan BPS Sultra di Kendari, Rabu. (Foto ANTARA/Azis Senong)
Peserta Sosialisasi SP2020 Lanjutan yang diselenggarakan BPS Sultra di Kendari, Rabu. (Foto ANTARA/Azis Senong)


Dalam kegiatan sosialisasi SP2020 lanjutan, yang diikuti 30 peserta dari berbagai Instansi Dinas maupun kantor Badan, Perbankan dan berbagai pimpinan media massa di Kota Kendari dengan menghadirkan nara sumber kepala Dukcapil Provinsi Sultra diwakili Sekertaris Muhammad Fadlan dan nara sumber lainnya BPS Sultra diwakili Koordinator Fungsi Statistik Sosial.

Baca juga: BPS : Meski lambat, ada pergeseran penduduk dari Jawa ke pulau lain

Baca juga: Jumlah penduduk Indonesia tembus 271,35 juta jiwa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel