BPS: Inflasi Oktober 2012 Masih Terkendali

  • Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Tempo
    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter kondang Ferdi Hasan menceritakan kisah investasi bodong yang dialaminya. Awalnya, Ferdi bertemu dengan financial planner bernama Ligwina Hananto. Ferdi kenal Wina--sapaan Ferdi untuk Ligwina--pertama kali pada 2006-2007. (Baca: Februari, Ligwina juga Dituding Lakukan Penipuan) …

  • Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Tempo
    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan kali ini saja perencana keuangan, Ligwina Poerwo Hananto, dituding melakukan penipuan oleh nasabahnya. Pada Februari lalu, seorang nasabah bernama Hery membeberkan dugaan penipuan yang dilakukan Ligwina melalui surat pembaca sebuah harian nasional. (Baca:Rugi Rp 12 Miliar, Ferdi Hasan Laporkan Ligwina ke Polisi) …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Oktober 2012 sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,67. Dengan begitu, laju inflasi tahun kalender sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 3,66 persen sedangkan inflasi year on year sebesar 4,61 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, sepanjang bulan lalu ada 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. "Dalam enam tahun terakhir ini terendah ketiga, tahun lalu deflasi. Kenaikan harga Oktober terkendali, mudah-mudahan berdampak positif karena menentukan daya beli," katanya dalam konferensi pers, di kantor BPS, Kamis, 1 November 2012.

Penyebab utama inflasi bulan lalu disumbang oleh kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan, lalu tarif kontrak rumah, tarif sewa rumah, daging ayam ras, cabai merah, mi, dan daging sapi.

Andil emas perhiasan terhadap inflasi sebesar 0,08 persen, tarif kontrak rumah 0,04 persen, sewa rumah memberi andil 0,04 persen terhadap inflasi. Kemudian, andil daging ayam ras 0,02 persen terhadap inflasi, cabai merah memberi andil 0,02 persen, dan mi sebesar 0,02 persen,

Sedangkan penghambat inflasi akibat penurunan harga terjadi pada ikan, minyak goreng, angkutan udara, kacang panjang, dan bawang putih. "Inflasi tidak apa-apa asal rendah. Yang perlu dikhawatirkan apabila inflasi melebihi kenaikan pendapatan masyarakat.

BPS juga mencatat, komponen inti pada Oktober 2012 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen. Laju inflasi komponen inti tahun kalender 2012 sebesar 3,97 persen dan laju inflasi komponen inti year on year sebesar 4,59 persen.

Suryamin belum bisa memprediksi tingkat inflasi pada November ini. "Tidak mengkhawatirkan saya rasa, masih di bawah. Masih optimis akan terkendali, tapi harapannya jangan sampai melebihi," ujarnya.

Direktur Statistik Harga BPS Sasmito Hadi Wibowo memprediksi inflasi November tidak akan jauh dari inflasi Oktober. "November kemungkinan besar masih kecil. Saya kira angkanya lebih tinggi sedikit dari Oktober," ujarnya.

Inflasi November tidak melonjak karena pada bulan ini tidak ada hari besar khusus. Namun, pemerintah harus tetap mewaspadai inflasi pada November-Desember karena saat itulah Indonesia sedang mengalami musim paceklik yang membuat persediaan pangan berkurang.

"Ini membuat harga jadi tinggi. Selain itu juga Desember ada natal dan liburan. Inflasi ini kemungkinan di pangan," kata dia. Terkait target inflasi pemerintah tahun ini sebesar 5,3 persen, Hadi yakin inflasi tidak akan melebihi angka 5 persen.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...