BPS: Inflasi Oktober 2012 Masih Terkendali

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Oktober 2012 sebesar 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,67. Dengan begitu, laju inflasi tahun kalender sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini mencapai 3,66 persen sedangkan inflasi year on year sebesar 4,61 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, sepanjang bulan lalu ada 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. "Dalam enam tahun terakhir ini terendah ketiga, tahun lalu deflasi. Kenaikan harga Oktober terkendali, mudah-mudahan berdampak positif karena menentukan daya beli," katanya dalam konferensi pers, di kantor BPS, Kamis, 1 November 2012.

Penyebab utama inflasi bulan lalu disumbang oleh kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan, lalu tarif kontrak rumah, tarif sewa rumah, daging ayam ras, cabai merah, mi, dan daging sapi.

Andil emas perhiasan terhadap inflasi sebesar 0,08 persen, tarif kontrak rumah 0,04 persen, sewa rumah memberi andil 0,04 persen terhadap inflasi. Kemudian, andil daging ayam ras 0,02 persen terhadap inflasi, cabai merah memberi andil 0,02 persen, dan mi sebesar 0,02 persen,

Sedangkan penghambat inflasi akibat penurunan harga terjadi pada ikan, minyak goreng, angkutan udara, kacang panjang, dan bawang putih. "Inflasi tidak apa-apa asal rendah. Yang perlu dikhawatirkan apabila inflasi melebihi kenaikan pendapatan masyarakat.

BPS juga mencatat, komponen inti pada Oktober 2012 mengalami inflasi sebesar 0,33 persen. Laju inflasi komponen inti tahun kalender 2012 sebesar 3,97 persen dan laju inflasi komponen inti year on year sebesar 4,59 persen.

Suryamin belum bisa memprediksi tingkat inflasi pada November ini. "Tidak mengkhawatirkan saya rasa, masih di bawah. Masih optimis akan terkendali, tapi harapannya jangan sampai melebihi," ujarnya.

Direktur Statistik Harga BPS Sasmito Hadi Wibowo memprediksi inflasi November tidak akan jauh dari inflasi Oktober. "November kemungkinan besar masih kecil. Saya kira angkanya lebih tinggi sedikit dari Oktober," ujarnya.

Inflasi November tidak melonjak karena pada bulan ini tidak ada hari besar khusus. Namun, pemerintah harus tetap mewaspadai inflasi pada November-Desember karena saat itulah Indonesia sedang mengalami musim paceklik yang membuat persediaan pangan berkurang.

"Ini membuat harga jadi tinggi. Selain itu juga Desember ada natal dan liburan. Inflasi ini kemungkinan di pangan," kata dia. Terkait target inflasi pemerintah tahun ini sebesar 5,3 persen, Hadi yakin inflasi tidak akan melebihi angka 5 persen.

ROSALINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...