BPS: Kenaikan Harga BBM Sebabkan Harga-Harga Lain Ikut Meningkat

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono mengingatkan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bisa mendorong peningkatan inflasi. Kenaikan harga Pertamax beberapa waktu lalu telah menyumbang inflasi di bulan April sebesar 5,34 persen dengan andil 0,19 persen.

Andil inflasi bensin terhadap komoditas komponen harga diatur pemerintah dalam 5 bulan terakhir terus mengalami kenaikan. Per Agustus inflasinya sudah mencapai 5,75 persen dengan andil 0,20 persen.

"Terutama buat bensin, di 1 April ada kenaikan (inflasi) dan ini belum ada kenaikan lagi tapi trennya naik. Ini jadi penting uat perkembangan inflasi," kata Margo dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Kamis, (1/9).

Margo menuturkan, kenaikan harga bensin subsidi akan memberikan dampak ekonomi lebih lanjut. Harga-harga diperkirakan akan mengalami peningkatan dan mendorong kenaikan inflasi.

"Kalau BBM naik ini bisa menyebabkan harga-harga di sektor lain meningkat dan berdampak ke inflasi," kata Margo.

Komoditas BBM rumah tangga juga mengalami tren peningkatan. Per Agustus inflasinya 15,72 persen dengan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional.

"BBM rumah tangga juga mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, andilnya 0,28 persen," kata dia.

Tarif Listrik Ikut Sumbang Inflasi

ikut sumbang inflasi rev1
ikut sumbang inflasi rev1.jpg

Tak hanya itu, tarif listrik sejak bulan Juli mengalami peningkatan inflasi. Per Agustus inflasinya 1,05 persen (mtm) dan memberikan andil 0,004 persen terhadap inflasi nasional. Lebih tinggi dari bulan Juli 0,42 persen dengan andil 0,02 persen. Namun yang menjadi perhatian, sejak Januari-Juni, tarif listrik tidak mengalami inflasi.

"Tarif listrik mengalami peningkatan dan andilnya ini 0,04 persen (yoy)," kata dia.

Margo mengingatkan kenaikan harga yang diatur pemerintah perlu menjadi perhatian. Terutama pada kelompok bensin dan BBM rumah tangga.

"Ini penting buat dilihat karena ini berpengaruh ke pergerakan harga di sektor lainnya," pungkasnya. [bim]