BPS : Laju Inflasi Tahunan 4,5 Persen

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mengumumkan tingkat laju inflasi tahunan yang terjadi selama periode Juli 2011- Juli 2012 sebesar 4,5 persen dengan inflasi terbesar yang terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan.

"Kenaikan harga bahan makanan tercatat sebesar 7,02 persen, yang merupakan pendorong utama inflasi selama periode Juli 2011- Juli 2012," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu.

Suryamin mengatakan kenaikan harga juga yang nisbi signifikan juga tercatat pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yaitu sebesar 5,88 persen serta kelompok sandang yang naik 5,60 persen.

"Selanjutnya disusul oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 4,2 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 3,29 persen, kesehatan 2,96 persen, serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,87 persen," paparnya.

Jika dibandingkan dengan laju inflasi nasional tahunan pada perioe yang sama dua tahun sebelumnya maka laju inflasi tahun ini relatif lebih rendah dibanding laju inflasi Juli 2009-Juli 2010 sebesar 6,22 persen dan inflasi Juli 2010 - Juli 2011 yang sebesar 4,61 persen.

Sementara itu, BPS juga merilis angka laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2012 sebesar 2,5 persen, yang nisbi lebih tinggi dari laju inflasi tahun kalender 2011 sebesar 1,74 persen.

Laju inflasi bulan Juli sendiri tercatat sebesar 0,7 persen, yang juga meningkat dibanding inflasi Juli 2011 sebesar 0,67 persen dan inflasi Mei sebesar 0,65 persen.

BPS juga mengumumkan angka laju inflasi komponen inti tahunan (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 4,28 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juli 2012) tercatat sebesar 2,28 persen.

Pada Mei lalu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah tetap optimistis menjaga laju inflasi pada 2012 sebesar 5,2 persen, yang lebih rendah dari target APBN-P 2012 6,8 persen atas pertimbangan batal naiknya harga bahan bakar minyak.

Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah sepakat menentukan target sasaran inflasi untuk 2013, 2014, dan 2015 masing-masing sebesar 4,5 persen, 4,5 persen, dan 4 persen dengan deviasi 1 persen. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.