BPS lansir upah buruh tani Desember 2019 naik 0,13 persen

Agus Salim

Badan Pusat Statistik melansir upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2019 naik 0,13 persen dibanding November 2019, yaitu dari Rp54.650 menjadi Rp54.723 per hari.

"Inflasi di pedesaan itu 0,28 persen sehingga meskipun upah nominalnya naik 0,13 persen, namun upah riiil buruh taninya turun 0,14 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BPS sebut upah buruh September 2019 naik


Sedangkan, rata-rata upah nominal buruh bangunan pada Desember 2019 dibanding November 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen, yaitu dari Rp89.081 menjadi Rp89.179.

Namun, upah riil Desember 2019 dibanding November 2019 turun sebesar 0,23 persen, yaitu dari Rp64.272 menjadi Rp64.125.

Untuk buruh potong rambut, rata-rata upah nominal Desember 2019 dibanding November 2019 tidak mengalami perubahan, yaitu Rp28.415.

Namun, upah riil Desember 2019 dibanding November 2019 turun sebesar 0,34 persen, yaitu dari Rp20.501 menjadi Rp20.432.

Baca juga: BPS catat upah buruh tani Juni 2019 naik


Sedangkan untuk pembantu rumah tangga, rata-rata upah nominal Desember 2019 dibanding November 2019 mengalami kenaikan 0,12 persen, yaitu dari Rp418.795 menjadi Rp419.298.

Namun, upah riil Desember 2019 dibanding November 2019 turun 0,22 persen, yaitu dari Rp302.161 menjadi Rp301.501.

Baca juga: Ini tujuh pekerjaan dengan upah buruh di bawah rata-rata nasional


Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan dan upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

Kemudian, upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.

Baca juga: BPS: Upah nominal buruh pertanian dan bangunan naik, upah riil turun