BPS: Maluku dan Papua lampaui pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi pulau Maluku dan Papua berhasil tumbuh 10,75 persen pada triwulan I 2022 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi nasional salah satunya ditopang oleh Maluku dan Papua yang tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Meski demikian, kontribusi pulau tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hanya 2,58 persen, sehingga pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar peningkatan PDB RI.

Ia menyebutkan pulau Jawa berhasil memberi sumbangan 57,78 persen terhadap perekonomian nasional, dengan pertumbuhan 5,07 persen.

"Hal tersebut karena aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi pada pulau Jawa," tuturnya.

Selain pulau Maluku dan Papua, kata Margo, Sulawesi menjadi pulau lainnya yang tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional l, yakni 5,37 persen dengan peran 6,73 persen.

Kasus COVID-19 yang terkendali seiring capaian program vaksinasi di berbagai daerah menjadi faktor pendukung menguatnya kinerja ekonomi di berbagai provinsi.

Sementara itu, pertumbuhan pulau Kalimantan, Sumatera serta pulau Bali dan Nusa Tenggara tercatat masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, masing-masing sebesar 3,21 persen (yoy), 4,03 persen (yoy), dan 3,42 persen (yoy).

Adapun peran Sumatera terhadap pertumbuhan ekonomi nasional merupakan yang kedua setelah Jawa, yakni 21,96 persen, sedangkan Kalimantan 8,29 persen serta Bali dan Nusa Tenggara 2,66 persen.

Baca juga: BPS: Ekonomi RI tumbuh 5,01 persen pada triwulan I 2022
Baca juga: BPS: Minyak goreng picu inflasi April capai 0,95 persen
Baca juga: BPS: Industri pengolahan jadi sumber tertinggi pertumbuhan ekonomi RI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel