BPS: Naiknya harga saat Lebaran dorong inflasi Jatim capai 0,49 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, wilayah setempat mengalami inflasi sebesar 0,49 persen pada Mei 2022, didorong kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan transportasi pada saat Lebaran 2022.

Kepala BPS Jawa Timur (Jatim) Dadang Hardiwan mengatakan dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, seluruhnya mengalami inflasi dan tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 1,10 persen, sedangkan terendah terjadi di Kota Kediri 0,08 persen.

"Kita tahu bersama awal Mei 2022 ada perayaan Idul Fitri, hal ini sesuai catatan kami mendorong kenaikan harga di tingkat eceran yang cukup tajam, khususnya di beberapa kelompok makanan, minuman, tembakau, dan beberapa transportasi," kata Dadang, dalam keterangan virtualnya di Surabaya.

Ia mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga secara umum yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Sesuai catatan BPS Jatim, dari sebelas kelompok pengeluaran seluruhnya mengalami inflasi dan tertinggi adalah kelompok transportasi sebesar 0,94 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,84 persen.

Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,62 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,44 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,40 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen.

Baca juga: BPS: Inflasi 0,4 persen pada Mei 2022, IHK naik menjadi 110,42

Berikutnya kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,27 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa sebesar 0,09 persen, dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Dia mengatakan untuk tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 sebesar 2,79 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) tercatat sebesar 4,24 persen.

Sementara untuk komoditas minyak goreng yang awalnya juga menjadi penyebab inflasi, pada Mei 2022 mampu menahan laju inflasi atau disebut deflasi dan mengalami penurunan harga 4,21 persen, disusul emas perhiasan 0,71 persen, daging ayam ras 0,61 persen.

Kemudian masing-masing turun nangka muda 10,59 persen, anggur 2,09 persen, tarif kendaraan roda dua secara daring 2,02 persen, ikan bandeng/ikan bolu 1,78 persen, tomat 2,02 persen, Melon 1,23 persen, dan bawang putih 0,50 persen.

Baca juga: Rupiah ditutup menguat 54 poin, usai rilis data inflasi RI Mei


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel