BPS: Penumpang angkutan udara domestik November naik 33,43 persen

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada November 2020 sebanyak 2,97 juta orang atau naik 33,43 persen dibanding Oktober 2020 sebanyak 2,22 juta orang.

"Angkutan udara masih mengalami peningkatan sejak September. Tentu saja tren kenaikan ini akan sangat baik buat perekonomian kita," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam paparan secara virtual, Senin.

Setianto menjelaskan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) tercatat naik 15,80 persen menjadi 44,7 ribu orang. Meski jumlahnya masih sedikit, namun BPS mencatat adanya tren peningkatan sejak September lalu.

Baca juga: BPS: Kunjungan wisatawan mancanegara November anjlok 86,31 persen

Selama Januari-November 2020, jumlah penumpang domestik sebanyak 28,7 juta orang atau turun 58,78 persen dan jumlah penumpang internasional sebanyak 3,6 juta orang atau turun 79,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada November 2020 sebanyak 13,7 juta orang atau naik 14,95 persen dibanding Oktober 2020 sebesar 11,94 juta orang.

Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api pada November 2020 mengalami peningkatan 19,45 persen menjadi 4,6 juta ton.

Baca juga: BPS: Inflasi 2020 hanya 1,68 persen, ini inflasi terendah

Dengan demikian selama Januari-November 2020 jumlah penumpang kereta api mencapai 172,6 juta orang atau turun 55,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api, terjadi penurunan 4,80 persen menjadi 44,3 juta ton.

Ada pun dari sisi angkutan laut, terjadi kenaikan jumlah penumpang di mana pada November 2020 tercatat 1,2 juta orang atau naik 9,34 persen dibanding Oktober 2020. Sementara jumlah barang yang diangkut naik 0,22 persen menjadi 27,4 juta ton.

Selama Januari-November 2020 jumlah penumpang kapal laut mencapai 12,9 juta orang atau turun 40,39 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2019 sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 1,36 persen atau mencapai 275,4 juta ton.

Baca juga: BPS beri sinyal daya beli membaik