BPS: Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sangihe terbaik di Propinsi Sulut

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara mencatat, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sangihe pada tahun 2021 sebesar 5,99 persen, pertumbuhan terbaik di Sulawesi Utara selama pandemi COVID-19.

"Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sangihe adalah yang terbaik di Sulawesi Utara selama pandemi COVID-19," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sangihe, Raymond Kodoati, di Tahuna, Jumat.

Menurut dia, tahun 2020 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sangihe sempat berada pada angka 0,5 persen. Namun pada tahun 2021 naik menjadi 5,99 persen.

Sedangkan daerah lainnya di Sulawesi Utara yang tertinggi kedua adalah Kabupaten Minahasa Utara yang berada pada angka 5,96 persen.

Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengatakan, perikanan merupakan sektor unggulan masyarakat selain sektor pertanian sebab Kabupaten Sangihe merupakan daerah kepulauan.

"Hasil perikanan di Kabupaten Sangihe sangat melimpah sehingga pendapatan nelayan juga banyak di masa pandemi," kata Bupati.

Selain itu, program dua hari tidak makan nasi membuat hasil pertanian khususnya umbi-umbian laris terjual.

"Ketika tidak ada transportasi antar pulau yang beroperasi di masa pandemi, maka makanan tradisional seperti singkong dan sagu menjadi alternatif untuk di konsumsi oleh sebagian masyarakat selain nasi," kata dia.

Bupati terus mendorong semua petani dan nelayan untuk beraktivitas sesuai profesi masing-masing guna meningkatkan pendapatan keluarga.

"Kami mendorong agar petani dan nelayan terus menekuni profesi masing-masing guna menambah penghasilan keluarga," kata Bupati
Baca juga: Mendes tekankan penggunaan Dana Desa untuk pertumbuhan ekonomi dan SDM
Baca juga: Gubernur: Sektor pertanian topang pertumbuhan ekonomi Sulut
Baca juga: Merawat momentum pertumbuhan di tengah lonjakan harga energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel