BPS: Produksi padi di Jakut capai 1.969 ton gabah kering giling

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Jakarta Utara merupakan wilayah dengan produksi padi tertinggi se-DKI Jakarta yang mencapai 1.969 ton gabah kering giling (GKG) selama Januari-September 2022.

Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono di Jakarta, Selasa, menuturkan selanjutnya wilayah Jakarta Timur menduduki posisi kedua sebanyak 165,65 ton GKG, disusul Jakarta Barat sekitar 90,85 ton GKG.

Baca juga: Food Station serap delapan ton gabah produksi petani Jakarta Utara

Berdasarkan catatan BPS, produksi padi tertinggi di wilayah Jakarta Utara terjadi pada periode Januari 2022 sebanyak 648 ton GKG dan Juli mencapai 607 ton GKG.

Namun, Anggoro mengungkapkan produksi padi di DKI Jakarta pada Januari-September 2022 sebanyak 2.225 GKG mengalami penurunan sebesar 479,6 GKG dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang mencapai 2.705 ton.

"Penurunan produksi terjadi lebih cepat di antaranya disebabkan gangguan hama," kata Anggoro.

BPS DKI memproyeksi produksi total padi di Jakarta selama 2022 mencapai 2.741 ton GKG atau turun 15,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 3.249 ton GKG.

Baca juga: BPS DKI perkirakan luas panen padi di Jakarta berkurang 336,11 hektar

Menurunnya, produksi padi di Jakarta berimplikasi terhadap produksi beras yang selama periode Januari-September 2022 mencapai 1.311 ton beras atau turun 282,7 ton dibandingkan periode sama tahun lalu.

Selama 2022, BPS memperkirakan beras yang diproduksi di DKI diproyeksikan mencapai 1.615 ton beras, lebih rendah dibandingkan 2021 mencapai 1.915 ton.

Sejalan dengan penurunan produksi padi dan beras itu, lahan baku sawah di DKI Jakarta pada 2019 mencapai 414 hektare, atau berada di peringkat paling bawah di seluruh Indonesia.

Peringkat pertama lahan baku sawah paling luas dimiliki Jawa Timur mencapai 1,21 juta hektare.

Baca juga: Puncak produksi padi Jakarta sepanjang 2020 terjadi pada Agustus