BPS: Pulau Jawa Masih Jadi Kontributor Utama Ekonomi RI pada 2020

Dusep Malik
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal IV-2020 ekonomi Indonesia masih alami kontraksi hingga mencapai 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Atau minus 0,42 persen dibandingkan kuartal III-2020.

Dengan demikian, sepanjang 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 2,07 persen secara year-on-year. Capaian ini menjadi yang paling buruk sejak krisis moneter yang pernah terjadi pada 1998.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan dari seluruh struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada 2020, tercatat ekonomi Indonesia masih di dominasi oleh aktivitas ekonomi di pulau Jawa yang berkontribusi terhadap PDB sebesar 58,75 persen atau tumbuh negatif 2,51 persen.

Kemudian, lanjut Suhariyanto aktivitas ekonomi dari Pulau Sumatera berkontribusi sebesar 21,36 persen dan menjadi yang kedua, lalu diikuti Pulau Kalimantan sebesar 7,94 persen dan Pulau Sulawesi sebesar 6,66 persen.

"Sedangkan Pulau Bali dan Nusa Tenggara menyumbang sebesar 2,94 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,35 persen," kata Suhariyanto, dalam konferensi persnya, Jumat 5 Februari 2021.

Sementara itu, terkait dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan antarpulau sehingga sebabkan kontraksi terlihat bervariasi. BPS mencatat pulau yang mengalami kontraksi pertumbuhan meliputi Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,01 persen, Pulau Jawa sebesar 2,51 persen, Pulau Kalimantan sebesar 2,27 persen dan Pulau Sumatera sebesar 1,19 persen.

Sebaliknya, dampak COVID-19 yang relatif tidak terlalu parah terjadi di pulau yang mengalami peningkatan pertumbuhan, meliputi Pulau Sulawesi tumbuh sebesar 0,23 persen dan Pulau Maluku dan Papua sebesar 1,44 persen.