BPS: Realisasi ekspor Jatim periode Juni 2021 naik 22,46 persen

·Bacaan 2 menit

Realisasi ekspor Provinsi Jawa Timur pada Juni 2021 mengalami kenaikan sebesar 22,46 persen, dibanding Mei 2021 karena tumbuhnya kinerja ekspor nonmigas dan migas, sesuai catatan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, Kamis.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan dalam siaran pers virtualnya di Surabaya, mengatakan secara nilai peningkatan itu dari 1,68 miliar dolar AS, menjadi 2,06 miliar dolar AS pada Juni 2021.

"Sementara dibandingkan Juni 2020, nilai ekspor juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 48,02 persen," kata Dadang kepada wartawan.

Untuk ekspor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 21,44 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 1,55 miliar dolar AS menjadi 1,88 miliar dolar AS, dan menyumbang sebesar 91,58 persen dari total ekspor bulan Juni 2021.

"Dibandingkan Juni 2020, nilai ekspor sektor nonmigas juga mengalami peningkatan sebesar 39,51 persen," katanya.
Baca juga: Kadin Jatim: Saatnya pekerja seni mencoba pasar ekspor
Baca juga: Pemprov Jatim dorong setiap UMKM desa berorientasi ekspor

Sedangkan nilai sektor migas pada Juni 2021 naik sebesar 34,70 persen dibandingkan sebelumnya, yaitu dari 128,57 juta dolar AS menjadi 173,17 juta dolar AS.

"Peranan migas hanya menyumbang 8,42 persen dari total ekspor Jawa Timur pada bulan ini. Namun dibandingkan Juni 2020 nilai ekspor migas juga mengalami peningkatan sebesar 340,75 persen," katanya.

Sementara itu, total ekspor nonmigas pada Juni 2021 mencapai 1,88 miliar dolar AS, atau meningkat 21,44 persen dibandingkan Mei 2021. Dan ekspor migas mencapai 173,17 juta dolar AS atau naik sebesar 34,70 persen dibandingkan Mei 2021, nilai tersebut naik sebesar 340,75 persen jika dibandingkan Juni 2020.

Untuk golongan barang utama ekspor nonmigas Juni 2021 adalah Lemak dan Minyak hewan/nabati (HS 15) dengan nilai sebesar 185,90 juta dolar AS, disusul Tembaga (HS 74) dengan nilai sebesar 179,12 juta dolar AS, serta Kayu dan Barang dari kayu dengan nilai sebesar 154,38 juta dolar AS.

"Secara kumulatif, selama Januari-Juni 2021, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar 10,92 miliar dolar AS atau naik 13,24 persen dibandingkan Januari - Juni 2020," katanya.

Untuk negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Juni 2021 adalah Amerika Serikat yang mencapai 1,58 miliar dolar AS (dengan peranan 15,94 persen) disusul Jepang sebesar 1,54 miliar dolar AS, (dengan peranan 15,56 persen) dan ke Tiongkok sebesar 1,31 miliar dolar AS (dengan peranan 13,15 persen).
Baca juga: Jatim lirik potensi pasar produk halal negara-negara Asia-Afrika

Baca juga: Gubernur Khofifah ingin produk Jatim diekspor ke Kazakhstan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel