BPS: SP2020 Lanjutan sempurnakan pendataan penduduk sebelumnya

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa Sensus Penduduk 2020 (SP2020) Lanjutan atau Long Form SP2020 (LF SP2020) yang diselenggarakan tahun 2022 ini akan memperdalam informasi yang dikumpulkan pada pendataan penduduk sebelumnya pada 2020.

Pasalnya, Hasil SP2020 memberikan gambaran menarik, salah satunya yaitu mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Millenial.

"Namun, karena adanya kebutuhan indikator kependudukan yang lebih rinci dan tidak bisa diperoleh dari SP2020 di tahun 2020 lalu, maka dilakukan pendetilan dengan cara pendataan kembali secara sampel dengan menggunakan kuesioner yang lebih panjang atau istilah kita long form," kata Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Ali Said kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Ali menyampaikan, proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan Generasi Millenial sebanyak 25,87 persen dari total populasi. Kedua Generasi itu termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sensus Penduduk tahun ini merupakan rangkaian dari SP2020 yang dilaksanakan pada tahun 2020 lalu. Pada tahun 2020 data yang dikumpulkan terbatas, karena selain faktor pandemi, SP2020 lalu dirancang untuk menghasilkan variabel-variabel dasar saja.

Ali memaparkan, jumlah penduduk hasil SP2020 per September 2020 lalu sebesar 270,20 juta jiwa. Info menarik lainnya dari hasil SP2020 yaitu jumlah (penduduk) laki-laki lebih banyak dari (penduduk) perempuan, di mana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 136,66 juta jiwa dan perempuan sebanyak 133,54 juta jiwa.

Adapun pertumbuhan penduduk dari SP2010 ke SP2020 sebesar 1,25 persen.

Menurut Ali, pendataan SP2020 yang dilaksanakan pada tahun 2020 dilakukan pada seluruh penduduk dan hanya mencakup beberapa pertanyaan mendasar terkait kependudukan dengan kuesioner pendek atau short form.

Sementara pada tahun 2022, dilakukan pendataan terhadap rumah tangga sampel dengan pertanyaan yang lebih detil terkait kependudukan dengan kuesioner yang lebih panjang atau long form.

"Jadi, tidak semua warga masyarakat didatangi oleh petugas sensus di tahun ini, akan tetapi dengan SP2020 Lanjutan di tahun ini akan diperoleh informasi kependudukan yang lebih lengkap dibanding SP2020 yang dilaksanakan tahun 2020 lalu," ujar Ali.

Adapun beberapa perbedaan lain antara sensus penduduk yang dilaksanakan tahun 2020 dengan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (LF SP2020) antara lain terkait tujuan penyelenggaraan, jumlah pertanyaan, dan jumlah rumah tangga yang didata.

"Jika pada SP2020 yang dilaksanakan tahun 2020 diperoleh data jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin, distribusi penduduk menurut wilayah, serta kesesuaian dengan alamat KK/KTP, maka Sensus Penduduk 2020 Lanjutan tahun ini bertujuan untuk menghasilkan informasi yang lebih lengkap terkait kelahiran, kematian, migrasi, pendidikan, ketenagakerjaan, disabilitas, penggunaan bahasa daerah, serta informasi terkait perumahan," ungkap Ali.

Kemudian, dari sisi jumlah pertanyaan, jumlah pertanyaan pada SP2020 Lanjutan akan lebih banyak dan kompleks, yakni sebanyak 83 pertanyaan, dibandingkan dengan jumlah pertanyaan pada SP2020 short form sebelumnya yang dilaksanakan pada tahun 2020 yakni 22 pertanyaan.

Dari sisi mekanisme pendataannya, perbedaannya yakni, sensus sebelumnya dilakukan pemutakhiran penduduk dengan kuesioner Daftar Penduduk (DP) di seluruh wilayah Indonesia, yang kemudian dilakukan pendataan dengan kuesioner short form pada wilayah yang telah ditentukan.

Sedangkan, pada SP2020 Lanjutan ini, pemutakhiran rumah tangga atau keluarga dilakukan pada wilayah sampel, yang kemudian dari wilayah sampel tersebut diambil rumah tangga sampel untuk dilakukan pendataan dengan kuesioner yang lebih kompleks (long form).

Dengan demikian, pendataan SP2020 Lanjutan dilakukan hanya kepada sampel rumah tangga terpilih dan pelaksanaannya terbagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama adalah pemutakhiran dan tahap kedua yakni pendataan variabel lebih lengkap ke rumah tangga sampel.

Pada tahap pertama, pemutakhiran dilakukan kepada seluruh rumah tangga yang tinggal di blok sensus terpilih pada 15-31 Mei 2022, yaitu di 268 ribu blok sensus terpilih yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Setelah dilakukan pemutakhiran, kemudian dilakukan pengambilan sampel sebanyak 16 rumah tangga. Hanya sebanyak 16 rumah tangga yang terpilih sebagai sampel di tiap-tiap blok sensus tadi yang kemudian dilakukan pendataan dengan kuesioner pada 1-30 Juni 2022.

"Jadi, tidak seluruh rumah tangga akan didatangi dan ditanyakan oleh petugas sensus. Terdapat sekitar 4,3 juta rumah tangga di seluruh Indonesia yang akan didatangi oleh petugas SP2020 Lanjutan," kata Ali.

Baca juga: BPS harap tidak ada penolakan masyarakat pada petugas SP2020

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel