BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun di DKI dan Jabar

Daurina Lestari, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2021. Akan tetapi, proses penurunan ini beragam antar provinsi di Indonesia, ada yang cepat dan ada yang lambat.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, TPT hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021 sebesar 6,26 persen. Turun sebesar 0,81 persen poin dibandingkan dengan TPT pada periode Sakernas Agustus 2020.

TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja, dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. Dengan angka 6,26 persen maka dari 100 orang angkatan kerja terdapat enam orang penganggur.

Menurut Suhariyanto, terjadi penurunan TPT DKI Jakarta dari 10,95 persen menjadi 8,51 persen. Demikian juga Jawa Barat dari 10,46 persen menjadi 8,92 persen, Banten dari 10,64 persen menjadi 9,01 persen dan Riau dari 6,32 persen menjadi 4,96 persen.

"Tingkat pengangguran terbuka ini hampir terjadi di seluruh provinsi. Ada provinsi yang tingkat pengangguran terbukanya turun cepat misalnya DKI Jakarta, demikian juga di Banten dan Jawa Barat," kata dia, Rabu, 5 Mei 2021.

Meski turun cepat, Suhariyanto menekankan, TPT wilayah-wilayah tersebut masuk ke dalam jajaran tinggi di atas rata-rata nasional yang 6,26 persen. TPT tertinggi pada Februari 2021 tercatat di Kepulauan Riau 10,12 persen dan terendah di Sulawesi Barat 3,28 persen.

Adapun TPT dengan penurunan yang terbilang lambat terjadi di beberapa wilayah, misalnya Bali 5,63 persen menjadi hanya 5,42 persen, Kalimantan Barat 5,81 persen menjadi 5,73 persen dan Sulawesi Barat yang sebetulnya meningkat dari 3,32 persen jadi 3,28 persen.

"Tapi bisa kita lihat Provinsi Bali misalnya penurunan TPT-nya sangat-sangat lambat. Bisa dimaklumi karena sampai kuartal I ini Bali yang sangat terdampak, pariwisata pertumbuhan ekonominya masih mengalami kontraksi yang cukup dalam," tegasnya.

Menurut kategori pendidikan, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 11,45 persen, dan terendah dari Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 3,13 persen.

Jika dibandingkan Agustus 2020 masing-masing kategori pendidikan mengalami penurunan seiring dengan turunnya TPT nasional. Penurunan TPT terbesar adalah pada tamatan SMK yaitu sebesar 2,10 persen poin.

Menurut jenis kelamin, TPT laki-laki sebesar 6,81 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 5,41 persen. Sedangkan menurut kelompok umur TPT penduduk kelompok umur muda 15–24 tahun merupakan TPT tertinggi mencapai 18,03 persen.