Bra Berkawat Bisa Sebabkan Kanker? Begini Penjelasan Ahli

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Suka atau tidak suka, bra adalah bagian yang tak terpisahkan dari wanita. Di samping itu, banyak pula mitos-mitos terkait penggunaan bra yang belum tentu terbukti kebenarannya.

Salah satunya adalah mitos jika seorang wanita memakai bra berkawat nantinya akan menyebabkan kanker payudara. Benarkah demikian?

Selain itu, mitos yang paling umum adalah bila seorang wanita memakai bra di malam hari, terlebih yang berkawat, itu dapat menyebabkan kanker.

Salah satu dokter yang mengklaim dirinya sebagai ‘dokter milenium’ di Instagram menyanggah hal tersebut.

“Anda bisa memakai bra berkawat jika Anda mau, itu tidak akan membuat Anda terkena kanker payudara. Mengenakan bra, memakai bra di malam hari, atau bra berkawat tidak terkait dengan kanker payudara,” tutur Tanaya, seperti melansir laman The Indian Express, Senin (27/12/2021).

Kemudian dia menambahkan bahwa kebanyakan wanita mungkin akan terasa tidak nyaman saat mengenakan bra berkawat tersebut.

Entah karena kawat mulai menyembul keluar dari casing yang kemudian akan menyakitkan, terlalu kencang, ukuran bra terasa tidak pas.

Seorang dokter dari Fortis Hospitals Sandeep Nayak P pun menyetujui apa yang dikatakan Tanaya. Nayak mengatakan, ”Kanker disebabkan oleh perubahan DNA dan tidak dapat disebabkan oleh faktor selain usia, keturunan, dan sebagainya. Apa yang dikenakan seseorang tidak berpengaruh pada perubahan sel penyebab penyakit.”

Kemudian dia mengungkapkan bahwa tidak ada penelitian medis yang menunjukkan adanya pengaruh dari bra berkawat dengan kanker.

“Penelitian sebelumnya menganggap bahwa under-wire menyebabkan kompresi internal dan penyumbatan limfatik di dalam tubuh, tetapi penelitian ilmiah tidak menunjukkan hubungan antara keduanya,” jelasnya.

Bahaya Jangka Panjang?

Ilustrasi bra. Sumber foto: unsplash.com/Vinicius Amano.
Ilustrasi bra. Sumber foto: unsplash.com/Vinicius Amano.

Sementara itu, dia juga menangkis jika ada yang mengatakan bahwa bra berkawat bisa menimbulkan bahaya kesehatan jangka panjang. Namun, jika terkait kenyamanan, Nayak menjadikan hal itu adalah poin terpenting.

”Bha yang tidak pas dapat menyebabkan kompresi dan mati rasa, tetapi hal itu tidak dikaitkan dengan masalah kesehatan apa pun. Orang-orang bebas memakai apa pun yang mereka suka karena itu tidak berpengaruh pada kesehatan atau kesejahteraan mereka secara keseluruhan,” tegasnya.

Pada akhirnya dia menyebut, tidak ada jenis pakaian dalam yang berperan atau berdampak pada perkembangan penyakit apa pun, terutama kanker.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel