Brainstorming adalah Proses Pengumpulan Gagasan, Ketahui Tujuan dan Cara Melakukannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Istilah brainstorming adalah proses yang sangat umum untuk menemukan ide-ide baru, yang didasarkan pada spontanitas dan kreativitas. Pada dasarnya, konsep brainstorming adalah melatih otak manusia untuk memicu munculnya ide dan kemudian meletakkan ide-ide tersebut di atas kertas.

Umumnya, brainstorming dilakukan secara berkelompok. Ide dan pendapat dari masing-masing anggota akan ditampung dan akan menjadi sebuah ide baru yang sudah disetujui oleh anggota-anggota kelompok tersebut.

Brainsotrming menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, khususnya oleh para pekerja yang memang bekerja secara berkelompok. Dengan melakukan brainstorming, masalah yang ada tentunya akan cepat terselesaikan dan pekerjaan menjadi lebih efisien serta menghasilkan ide kreatif.

Untuk memahami lebih detail mengenai brainstorming, berikut ini pengertian brainstorming, tujuan, hingga cara melakukannya agar efektif yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/6/2021).

Definisi Brainstorming

Ilustrasi Meeting. Credit: pexels.com/Valdo
Ilustrasi Meeting. Credit: pexels.com/Valdo

Secara umum, Brainstorming adalah sebuah metode yang bisa dilakukan untuk memecahkan berbagai masalah dan menghasilkan beragam ide baru sebanyak mungkin dengan cepat. Seperti namanya, brainstorming memiliki tujuan untuk merangsang otak berpikir secara logis, spontan, dan kreatif.

Namun, secara sederhana brainstorming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas.

Brainstorming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim. Namun saat ini brainstorming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, tetapi dapat dilakukan di dunia maya atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.

Tujuan Brainstorming

Ilustrasi Brainstorming. Credit: pexels.com/bantersp
Ilustrasi Brainstorming. Credit: pexels.com/bantersp

Brainstorming bertujuan untuk mendapatkan gagasan dan ide-ide baru dari anggota kelompok dalam waktu yang relatif singkat tanpa adanya sifat kritis yang ketat. Selain itu, ada beberapa tujuan brainstorming adalah sebagai berikut :

1. Brainstorming membuat orang berpikir lebih bebas, tanpa takut dihakimi.

2. Brainstorming memotivasi adanya kolaborasi terbuka dan berkelanjutan yang memecahkan masalah bersama dengan menciptakan ide dan solusi inovatif.

3. Dengan brainstorming, tim menghasilkan lebih banyak ide dalam waktu singkat. Yang kemudian dapat disempurnakan dan digabungkan untuk menghasilkan solusi yang ideal.

4. Brainstorming membantu anggota tim untuk mencapai kesimpulan melalui konsensus.

5. Brainstorming membuat anggota tim merasa nyaman dengan melontarkan ide satu sama lain, bahkan di luar diskusi yang terstruktur.

6. Brainstorming memberikan perspektif yang berbeda dan menciptakan cara berpikir out of the box.

7. Brainstorming adalah teknik yang bagus untuk membuat tim. Tidak ada satu orang pun yang memiliki kepemilikan atas hasil akhir, sehingga memungkinkan upaya tim yang sempurna.

Manfaat Brinstorming

Ilustrasi Brainstorming. Credit: unsplash.com/Christinna
Ilustrasi Brainstorming. Credit: unsplash.com/Christinna

Ada beberapa manfaat dari dilakukannya brainstorming adalah sebagai berikut :

1. Mendapat Ide dari Luar

Brainstorming memungkinkan orang lain untuk mengajukan ide dengan bebas. Sangat sulit untuk menemukan ide-ide baru sebagai orang yang paling dekat dengan masalah tersebut.

Mengundang orang lain ke dalam percakapan untuk mencari cara baru dalam mengatasi masalah memungkinkan orang yang kurang paham untuk berbicara secara terbuka tentang ide-ide yang mereka pikirkan. Tidak setiap ide akan bagus, tapi bisa jadi, dari situlah ide lainnya keluar.

2. Membangun Ide

Setiap ide yang dikemukakan tidak harus berdiri sendiri. Penting untuk menyatakan ide meskipun itu bukan solusi yang tepat karena hal itu dapat memicu pemikiran yang lain. Konsep pembentukan ide adalah berbagi ide, yang memicu ide-ide baru, yang menciptakan rantai pemikiran baru.

Satu-satunya cara untuk membangun ide agar dapat berkembang dalam brainstorming adalah tidak menutup ide yang keluar. Karena menutup ide seseorang hanya akan membuat orang lain enggan untuk berbagi dan pada gilirannya akan membatasi keberhasilan sesi.

3. Membentuk Daftar Ide

Setiap sesi harus memiliki setidaknya satu orang yang menuliskan ide sehingga tidak ada ide yang hilang. Salah satu bagian terbaik dari sesi brainstorming adalah daftar ide yang dapat Anda bawa dan kembangkan di masa depan. Tidak semuanya dapat diterapkan dengan segera, tetapi daftar ide dapat membantu Anda berpikir kreatif selama berbulan-bulan setelah sesi brainstorming selesai.

4. Kerja Tim

Sesi brainstorming akan menciptakan suasana tim. Brainstorming tidak akan terjadi tanpa orang lain. Mengundang rekan kerja ke sesi brainstorming membantu memperkuat solidaritas dengan menciptakan pemikiran bahwa Anda berada di tim yang sama dan membuka opsi untuk meminta bantuan dari orang lain.

Cara Melakukan Brainstorming agar Efektif

Ilustrasi Brainstorming. Credit: unsplash.com/YouXVentures
Ilustrasi Brainstorming. Credit: unsplash.com/YouXVentures

Sebenarnya ada banyak cara brainstorming yang bisa Anda lakukan. Namun, ada 2 pendekatan yang umum dipakai, baik secara berkelompok maupun mandiri, yaitu:

1. Mengajukan Pertanyaan

Salah satu metode brainstorming yang paling banyak dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait hal yang ingin dibahas. Anda bisa mulai dengan pertanyaan-pertanyaan dasar, seperti:

a. Apa penyebab masalah?

b. Kapan masalah terjadi?

c. Di mana masalah terjadi?

d. Siapa yang terlibat dalam masalah?

e. Mengapa masalah terjadi?

f. Bagaimana masalah terjadi?

Jika pertanyaan-pertanyaan dasar di atas sudah terjawab, jawaban tersebut bisa dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan Anda pada ide dan solusi dari masalah yang ada.

2. Menulis Bebas

Menulis adalah metode brainstorming yang bertujuan untuk mengalirkan ide-ide yang ada di otak ke dalam bentuk tulisan. Untuk melakukan metode brainstorming ini, Anda perlu menetapkan batas waktu atau ruang untuk menuliskan ide-ide Anda, misalnya 10 menit atau pada 3 lembar kertas.

Tuliskan semua ide yang terlintas dalam pikiran Anda terkait masalah yang ada. Anda tidak perlu mengkhawatirkan kualitas tulisannya, karena tujuan brainstorming adalah untuk menghasilkan ide.

Setelah Anda selesai menulis, cobalah untuk membaca ide-ide yang sudah Anda tuangkan ke dalam tulisan. Setelah itu, pilihlah ide yang kira-kira berpotensi untuk menjadi solusi bagi masalah yang ada.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel