Brasil Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19 Varian Omicron

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus kematian perdana akibat COVID-19 Omicron diumumkan otoritas Brasil terjadi di Kota Aparecida de Goiania di Negara Bagian Goiania pada Kamis 6 Januari.

Pemerintah setempat melaporkan bahwa korban adalah pria berusia 68 tahun dengan riwayat tekanan darah tinggi. Ia juga menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan dirawat di rumah sakit setempat.

Pasien merupakan kontak dari kasus terkonfirmasi Omicron dan telah disuntik vaksin COVID-19 tiga kali, seperti dilansir Xinhua, Jumat (7/1/2022).

Sekretariat kesehatan setempat menyebutkan bahwa kematian itu terjadi 10 hari setelah otoritas mengumumkan transmisi komunitas Omicron di kota tersebut.

Menurut data kementerian kesehatan, Brasil mencatat total 22,38 juta kasus dan 619.641 kematian COVID-19.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Efek Varian COVID-19 Omicron Lebih Ringan pada Anak Muda

Seorang wanita mengenakan masker berjalan ke sebuah pusat perbelanjaan di Beijing, China, Selasa (14/12/2021). Kasus pertama varian omicron COVID-19 telah terdeteksi di daratan negara di kota Tianjin di sebelah timur Beijing. (AP Photo/Ng Han Guan)
Seorang wanita mengenakan masker berjalan ke sebuah pusat perbelanjaan di Beijing, China, Selasa (14/12/2021). Kasus pertama varian omicron COVID-19 telah terdeteksi di daratan negara di kota Tianjin di sebelah timur Beijing. (AP Photo/Ng Han Guan)

Varian COVID-19 Omicron yang lebih menular diprediksi menyebabkan efek yang lebih ringan daripada Delta yang sempat dominan secara global. Meski demikian, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian ini tidak boleh dikategorikan sebagai hal "ringan".

Janet Diaz, pimpinan WHO untuk manajemen klinis, mengatakan bahwa studi awal menunjukkan ada penurunan risiko rawat inap dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Afrika selatan dan Hong Kong pada November 2021 dibandingkan dengan Delta. WHO juga meneliti adanya penurunan risiko keparahan Omicron pada orang yang lebih muda, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (7/1/2022).

Dampak pada orang tua adalah salah satu pertanyaan besar yang belum terjawab dari varian Omicron karena sebagian besar kasus yang dipelajari sejauh ini terjadi pada orang yang lebih muda.

"Meskipun Omicron tampaknya tidak terlalu parah dibandingkan Delta, terutama pada mereka yang divaksinasi, itu tidak berarti itu harus dikategorikan dalam kategori ringan," kata direktur jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pengarahan yang sama di Jenewa.

"Sama seperti varian sebelumnya, Omicron bisa menyebabkan orang dirawat di rumah sakit dan membunuh."

Dia memperingatkan "tsunami" kasus ketika infeksi global melonjak ke rekor yang dipicu oleh varian Delta, sistem perawatan kesehatan kewalahan, dan pemerintah berjuang untuk menjinakkan virus, yang telah menewaskan lebih dari 5,8 juta orang.

Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran Covid-19 Varian Omicron. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel