Brawn: Sebuah Tragedi jika Perez Tinggalkan F1

Xaveria Yunita
·Bacaan 2 menit

Balapan musim 2020 tinggal tersisa tiga lagi, tapi belum ada tanda-tanda driver Meksiko tersebut mendapat pelabuhan baru. Sementara itu mesti menyerahkan kursinya untuk Sebastian Vettel.

Padahal, prestasinya lebih mentereng dari pembalap Ferrari. Perez menutup GP Turki, Minggu (15/11/2020), sebagai runner-up usai tampil cerdas di lintasan licin dan grip rendah. Ia sebagai ranking keempat klasemen sementara F1 dengan koleksi 100 poin, sedangkan Vettel berada sembilan tingkat di bawahnya usai meraup 33 poin.

Dari data tersebut ditambah pengamatan sepanjang musim, Brawn menilai pria 30 tahun itu pantas ditawari kesempatan membalap lebih lama.

Baca Juga:

Vettel Tak Berikan Toleransi Terhadap Insiden Crane GP Turki

“Perez menunjukkan performa hebat dan saya sudah mengatakan sebelumnya di kolom ini, akan jadi sebuah tragedy kalau dia tak ada di F1 musim depan. Dia sangat pantas mendapatkan tempatnya di grid,” ia menulis di kolomnya yang diunggah Formula1.com.

“Jika sebuah tim ingin pembalap kompetitif untuk memaksimalkan setiap peluang. Perez adalah orangnya.”

Pembalap, yang sempat absen dua kali akibat terpapar Covid-19 itu, dikaitkan dengan kursi panas dua tim. Ia digadang-gadang sebagai pengganti Alexander Albon (Red Bull Racing) atau Romain Grosjean (Haas).

Hingga sekarang, itu hanya sebatas rumor karena kedua tim sedang menilai situasi dan belum bergerak mendekati pembalap lain yang lebih kompetitif.

Brawn mengomentari prestasi mengejutkan Lance Stroll, rekan Perez di Racing Point. Putra pemilik tim, Lawrence Stroll, mampu merebut pole position meski berakhir di urutan kesembilan.

Baca Juga:

Galeri Foto: F1 GP Turki 2020

“Lance termasuk dalam kategori pembalap yang belajar banyak, Minggu kemarin. Dia brilian, tidak membuat kesalahan dan mengemudi dengan baik. Tampaknya dia terjebak dalam kondisi dan perubahan ban, meski tim juga menemukan adanya kerusakan pada sayap depan. Itu mungkin yang membuatnya tertinggal,” katanya.

“Lance menunjukkan bahwa dia memimpin balapan dengan percaya diri, yang mana merupakan pencapaian yang membanggakan. Ini adalah pembelajaran positif baginya.”