Brazil akan uji vaksin, sementara Eropa mulai buka kuncian

Rio de Janeiro (AFP) - Para peneliti di Brasil pada Rabu mengatakan mereka akan mulai menguji coba vaksin virus corona yang dikembangkan di Inggris, sementara di seberang Atlantik, negara-negara Eropa mulai membuka kembali perbatasan dalam upaya untuk bangkit kembali setelah bulan-bulan kehancuran yang disebabkan oleh penyakit tersebut.

Pihak berwenang di Brasil - garis depan terbaru pandemi, dengan kematian dan infeksi yang meningkat - memberlakukan batasan baru di timur laut negara itu setelah melaporkan jumlah kasus "sangat tinggi".

Kekhawatiran atas penyebaran virus corona di Amerika Latin telah meningkat pada saat krisis kesehatan telah mereda di wilayah lain di dunia.

"Benua Amerika terus menjadi penyebab sebagian besar kasus," kata Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam briefing di Jenewa.

Badan PBB juga mengatakan akan melanjutkan uji coba hidroksiklorokuin sepekan setelah menghentikannya akibat sebuah studi dalam jurnal medis The Lancet yang menyatakan obat itu dapat membahayakan pasien COVID-19.

Perubahan sikap itu terjadi setelah The Lancet sendiri meragukan penelitian setelah banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan.

Studi lain yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada Rabu menyarankan bahwa mengggunakan hidroksiklorokuin tak lama setelah terkena COVID-19 tidak membantu mencegah infeksi.

WHO telah mengadakan uji klinis untuk menemukan pengobatan COVID-19, yang telah menewaskan lebih dari 382.000 orang dan menimbulkan kerusakan ekonomi yang luas sejak muncul di China akhir tahun lalu.

"Selama beberapa minggu, jumlah kasus yang dilaporkan setiap hari di Amerika lebih dari jumlah keseluruhan dunia," kata Tedros.

"Kami sangat khawatir tentang Amerika Tengah dan Selatan, di mana banyak negara mengalami epidemi yang semakin cepat."

Pemerintah Chile mengatakan akan memperpanjang tiga minggu penutupan ibukota Santiago dengan populasi tujuh juta ketika jumlah korban tewas di sana mencapai rekor harian baru.

Para pejabat kesehatan mengatakan 87 orang telah meninggal dalam 24 jam sebelumnya, dan hampir 5.000 infeksi baru tercatat. Chile sekarang telah mendaftarkan lebih dari 113.000 infeksi dan 1.275 kematian.

Tetapi di luar Amerika Latin, negara-negara dengan hati-hati membuka kembali sekolah, pantai, dan bisnis setelah karantina berbulan-bulan, meski beberapa masih menghadapi peningkatan jumlah kasus.

Negara-negara Eropa di antara yang paling terpukul oleh wabah tersebut sebagian besar telah meratakan kurva infeksi. Mereka beralih ke tugas rumit menyeimbangkan pemulihan ekonomi terhadap risiko gelombang kedua kasus.

Jerman akan mengeluarkan 30 miliar euro (146 miliar dolar AS) ke dalam paket stimulus untuk memulai ekonomi yang sangat terpukul oleh pandemi, umum Kanselir Angela Merkel.

Berlin juga akan mengurangi peringatan perjalanan untuk negara-negara Eropa mulai 15 Juni.

Italia - negara pertama yang terpukul parah di Eropa - membuka perbatasannya untuk pelancong Eropa, Rabu, berharap pariwisata akan menghidupkan kembali ekonominya yang dilanda resesi tiga bulan setelah penutupan.

Tetapi dengan peringatan para ahli kesehatan tentang pembukaan kembali yang terlalu cepat, beberapa pengusaha wisata khawatir pengunjung asing masih enggan bepergian.

"Saya kira kita tidak akan melihat turis asing benar-benar datang sampai akhir Agustus atau bahkan September," kata Mimmo Burgio, seorang pemilik kafe di dekat Colosseum Roma. "Siapa yang akan datang?"

Austria mengumumkan akan membatalkan kontrol virus di semua perbatasan darat, kecuali dengan Italia.

Belgia juga akan membuka kembali perbatasannya bagi para pelancong dari UE, Inggris dan anggota zona perjalanan bebas-paspor Eropa pada 15 Juni.

Tetapi Inggris - dengan tingkat kematian tertinggi kedua di dunia setelah AS dengan hampir 40.000 kematian - masih mengingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting.

Negara-negara saat ini masih berlomba untuk menemukan vaksin.

Empat ekonomi terbesar Eropa - Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda - membentuk aliansi untuk mempercepat produksi vaksin di Eropa, kata para pejabat Belanda.

Brazil mengatakan akan mulai menguji vaksin yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford pekan depan sehingga menjadi negara pertama di luar Inggris yang mengambil bagian dalam penelitian ini.

Vaksin ini akan diuji di Brasil pada 2.000 sukarelawan layanan kesehatan, kata Universitas Federal Sao Paulo, yang mengoordinasikan penelitian tersebut.

Menguji vaksin di Brasil "sangat penting karena kita berada dalam fase percepatan kurva epidemiologis," kata presiden universitas itu, Soraya Smaili kepada AFP.

Pihak berwenang memberlakukan jam malam di seluruh negara bagian Bahia, Brasil, di barat laut negara itu.

"Perlu dan mendesak untuk memberlakukan pembatasan yang lebih besar, setelah mencatat tingkat (infeksi) yang sangat tinggi," di daerah itu, kata gubernur Bahia, Rui Costa.

Di Afrika, yang sejauh ini lolos dari pandemi terburuk, polisi di Senegal menangkap lebih dari 70 orang setelah protes yang diwarnai oleh kekerasan pecah di beberapa kota.

Kerumunan menuntut jam malam akibat virus corona yang diberlakukan oleh Presiden Macky Sall sejak 23 Maret, dicabut.

Negara ini telah mencatat hampir 4.000 kasus virus korona, 45 di antaranya meninggal dunia.