Brazil melonjak ke posisi ketiga dalam kasus COVID-19 terbanyak di seluruh dunia

Sao Paulo (AFP) - Brazil mencatat jumlah kasus virus corona baru paling banyak ketiga di dunia, menurut angka resmi yang dirilis Senin, sehingga menjadi lonjakan yang mengkhawatirkan untuk sebuah negara yang berjuang mengatasi pandemi tersebut.

Dengan 254.220 kasus terkonfirmasi, Brasil kini telah melampaui Inggris, Spanyol dan Italia dalam 72 jam terakhir dalam daftar total infeksi, dan hanya berada di belakang Amerika Serikat (1,5 juta) dan Rusia (290.000).

Brasil telah mencatat 16.792 korban meninggal dunia akibat COVID-19 yang merupakan jumlah korban keenam tertinggi di dunia.

Tetapi para ahli mengungkapkan berdasarkan alat pengujian angka yang sebenarnya bisa 15 kali lebih tinggi atau lebih.

Negara raksasa di Amerika Selatan yang berpenduduk 210 juta orang ini terpecah oleh pertarungan politik mengenai bagaimana merespons virus itu.

Presiden Jair Bolsonaro yang berhaluan kanan yang menyamakan virus itu dengan "flu biasa," mengutuk "histeria" yang menyelimutinya dan mendesak negaranya kembali bekerja guna menghentikan kehancuran ekonomi.

Namun demikian, otoritas-otoritas negara bagian dan daerah meminta warga diam di rumah dan mempraktikkan jaga jarak sosial yang didukung Mahkamah Agung yang memberi mereka paling berwenang dalam masalah ini.

Bolsonaro kini sedang mencari menteri kesehatan ketiganya sejak pandemi mulai.

Dia memecat yang pertama setelah secara terbuka memperjuangkan aturan diam di rumah, dan yang kedua mengundurkan diri pekan lalu setelah kurang dari satu bulan menjabat. Kabarnya karena desakan presiden agar menggunakan secara luas obat malaria yang kontroversial dan belum terbukti khasiatnya, chloroquine, untuk mengobati penyakit ini.

Sementara itu, rumah sakit di beberapa daerah beroperasi hampir dengan kapasitas penuh, dan kota-kota yang paling terpukul telah mulai mengubur para korban di kuburan massal, bahkan saat jumlah yang terinfeksi terus bertambah.

pr/jhb