Breaking Dawn Part 2, Sajian Penutup yang Manis

TEMPO.CO, Jakarta - Empat tahun sudah waralaba Twilight mampu memikat hati jutaan penonton, terutama perempuan. Kisah cinta segitiga antara manusia, vampir, dan manusia serigala—yang dibuat berdasarkan novel karangan Stephenie Meyer—itu akhirnya tamat. Sejak kehadirannya pada 2008, Twilight —yang sukses besar di pasar— memang mengejutkan para kritikus film. Ia mampu mengeruk pendapatan hampir US$ 200 juta. Banyak yang memujanya, tapi tak sedikit pula yang membencinya.

Sutradara Bill Condon tampaknya ingin memberikan perpisahan yang manis bagi pencinta kisah ini. Breaking Dawn Part 2 sekaligus menjadi ajang perpisahan bagi para Twihards, sebutan buat para penggemar berat film ini. Sebelumnya, film ini pernah diprediksi tak akan meraih sukses seperti film-film sebelumnya. Sebab, hubungan antara kedua pemeran utamanya—Robert Pattinson dan Kristen Stewart—retak. Mungkin tamatnya film ini juga melegakan para pembenci saga ini (Twihaters).

Pada Breaking Dawn Part 1, yang ditayangkan tahun lalu, Isabella Swan (Kristen Stewart) harus meregang nyawa karena janin yang dikandungnya menggerus tubuhnya. Melihat istrinya sekarat, Edward Cullen (Robert Pattinson) akhirnya mengambil jalan terakhir dengan memberinya gigitan vampir dan membuat Bella menghabiskan sisa hidupnya sebagai vampir. Bella pun melahirkan bayi mereka, Renesmee (Mackenzie Foy) dengan selamat.

Tapi Renesmee bukan anak biasa. Sebagai persilangan antara manusia dan vampir, ia segera tumbuh dewasa dalam waktu singkat dan membuat gerah sejumlah pihak. Ancaman pertama datang dari suku serigala. Suku Jacob Black (Taylor Lautner) itu khawatir lahirnya anak ini dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan serigala. Namun, setelah Jacob mendapat penjelasan dari Alice Cullen (Ashley Greene), ia dan kelompoknya pun percaya anak itu tidak berbahaya.

Ancaman tak berhenti di situ. Sebuah kelompok vampir bernama Volturi (ras vampir dari kaum bangsawan) ternyata juga berpikiran sama seperti ras manusia serigala. Parahnya, mereka tak kenal kompromi. Kelompok yang dipimpin Aro (Michael Sheen) itu menganggap Renesmee sumber malapetaka. Renesmee harus dimusnahkan, termasuk Bella dan Edward serta siapa pun yang mencoba menentang usaha mereka. Merasa terancam, keluarga Carlisle—yang melindungi Bella—tentu saja tidak tinggal diam. Mereka mengumpulkan banyak vampir dari berbagai negara dengan kemampuan-kemampuan luar biasa.

Sementara di Breaking Dawn Part 1 kita disuguhkan suasana romantis bulan madu Bella-Edward, bagian kedua ini sarat adegan-adegan aksi yang menegangkan. Dimulai dengan proses adaptasi Bella dengan kehidupan barunya sebagai vampir, ketegangan mulai terbangun pada paruh kedua film yang berdurasi hampir 2 jam ini, ketika konflik kaum vampir meningkat.

Dalam film ini, Condon menghadirkan sejumlah karakter baru. Aneka jenis vampir dengan beragam rupa dan kemampuan berseliweran di layar lebar. Hanya, karena waktu terbatas, penonton yang bukan pembaca setia novelnya kurang bisa mengenali mereka satu demi satu. Soal kemampuan akting, trio Kristen Stewart, Robert Pattinson, dan Taylor Lautner mungkin sedikit menunjukkan perbaikan ketimbang sebelumnya, tapi tak cukup mampu menandingi kematangan akting dua senior mereka—Michael Sheen dan Peter Facinelli.

Kehadiran aktris berbakat, Dakota Fanning, sebetulnya bisa lebih mencuri perhatian. Sayang, karakternya kurang tergali.

Seperti pada film-film sebelumnya, sejumlah kekurangan memang masih tampak dalam film ini, termasuk kualitas CGI (computer-generated imagery) yang buruk. Namun Condon, bersama penulis skenario Melissa Rosenberg dan tentu saja Stephenie Meyer, mampu meracik sebuah kisah penutup yang mungkin tidak disangka-sangka. Sebuah belokan yang mengejutkan, tidak hanya bagi pencinta film, tapi juga pembaca setia novel ini. Breaking Dawn Part 2 memang sulit dikategorikan sebagai film terbaik, tapi mungkin bisa dianggap sebagai penutup yang lumayan memuaskan penggemarnya.

NUNUY NURHAYATI

Terpopuler:

James Franco Libatkan Lindsay Lohan di Klip R.E.M 

Garap Album Baru, Ebiet G. Ade Tetap Eksis 

Meneriakkan Aceh dari Kota ke Kota 

Rudi Soedjarwo Ajak Imajinasikan Langit Ke-7 

Slamet Gundono Luncurkan Julung Sungsang

Andi Rianto Iringi Konser Boyz II Men di Jakarta

Peragaan Busana Surabaya Rasa Halloween

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.