BRGM apresiasi masyarakat rehabilitasi mangrove melalui Mangrove Week

·Bacaan 2 menit

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) berencana menggelar Mangrove Week selama tiga hari dari 20-22 Desember 2021 di Jakarta Convention Center, Jakarta, sebagai apresiasi kepada masyarakat dan mitra pelaksana rehabilitasi mangrove pada tahun ini.

Kepala Kelompok Kerja Kerjasama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BRGM Didy Wurjanto mengatakan BRGM terus mengejar target penyelesaian rehabilitasi mangrove yang telah ditetapkan diawal tahun 2021, yaitu 34 ribu hektare.

"Masyarakat adalah kunci keberhasilan rehabilitasi mangrove BRGM. Upaya masyarakat ini yang perlu kita hargai, kontribusi mereka ini harus kita sampaikan kepada publik. Mereka ini tidak hanya menghijaukan mangrove Indonesia, mereka juga menyelamatkan bumi," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Terkait hal itu, lanjutnya, pihaknya siap menggelar Mangrove Week untuk publik atau masyarakat umum dengan kegiatan pameran produk unggulan mangrove, produk hasil alam, produk kerajinan.

"Publik juga bisa melihat bagaimana penanaman mangrove dilakukan oleh masyarakat. Mari kita rayakan prestasi masyarakat mangrove," ujarnya.

BRGM, tambahnya, sangat mengapresiasi masyarakat yang terlibat penanaman mangrove tahun ini karena tanpa partisipasi, dukungan dan kerja keras mereka, target rehabilitasi mangrove tidak mungkin bisa tercapai.

Dikatakannya, salah satu provinsi target BRGM adalah Kalimantan Utara (Kaltara). Pelaksanaan rehabilitasi mangrove di Kaltara tidaklah mudah, terutama yang berada di Kecamatan Nunukan, mengingat mata pencaharian masyarakat di sana sebagian besar adalah petani rumput laut.

Penanaman bibit mangrove di Kaltara, tambahnya, sudah mencapai 55 persen dari target penanaman yang telah memiliki perjanjian kerjasama dengan kelompok pelaksana.

Ketua Kelompok Masyarakat The North Borneo Adventure (TNBA) Zulkarnain Masri mengatakan program rehabilitasi mangrove BRGM merupakan hal baru bagi warga di Kaltara, maka perlu pendekatan dan edukasi manfaat mangrove jangka panjang kepada masyarakat terlebih dahulu. Seperti mencegah abrasi, intrusi air laut, dan mengembalikan biota laut yang dapat memberikan manfaat ekonomi.

"Awalnya agak susah, tapi setelah tahu dampak ekonomi, masyarakat dilibatkan dan diberdayakan, mereka jadi senang. Apalagi, program BRGM ini juga membantu ekonomi masyarakat di sini," ujarnya.

Dia menambahkan kelompok TNBA yang beranggotakan 105 orang mampu menyelesaikan penanaman bibit mangrove seluas 139 hektare.

Baca juga: BRGM: Realisasi penanaman mangrove di Papua Barat capai 80 persen
Baca juga: BRGM lanjutkan program di Kubu Raya hingga 2026
Baca juga: BRGM kejar target penananam mangrove jelang akhir tahun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel