BRGM siap angkut produk petani gambut ke toko online

·Bacaan 2 menit


Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) siap membawa produk yang dihasilkan petani lahan gambut ke toko dalam jaringan atau online shop (olshop) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kebutuhan tanaman herbal di tengah COVID-19 meningkat cukup tinggi dan pembelian banyak dilakukan melalui toko online” ujar Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Ayu Dewi Utari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu, tambahnya, menjadi tantangan bagi BRGM terutama dalam merancang program restorasi gambut ke depan. Mengingat kegiatan restorasi, tidak hanya memulihkan kondisi ekologi, tapi juga berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Upaya peningkatan kesejahteraan ini, pada periode sebelumnya di Sumsel sudah dilakukan melalui pemberian 110 paket bantuan revitalisasi ekonomi masyarakat dan pelatihan pengelolaan lahan tanpa bakar petani gambut.

Salah satu komoditas yang dikembangkan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) adalah jahe, tanaman herbal yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pokmas ini juga dibina untuk mengembangkan produk turunan seperti jahe bubuk dan empon-empon.

BRGM, melalui Kedeputian Bidang Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan, telah membuka pasar untuk produk yang dihasilkan oleh pokmas dengan menjalin kerjasama dengan Marketplace, seperti Bukalapak.

Ayu mengatakqn, mengingat BRGM memiliki Kedeputian Bidang Pemberdayaan Masyarakat, maka kegiatan restorasi gambut juga akan memperkuat pengembangan usaha termasuk di dalamnya pendampingan masyarakat untuk diversifikasi produk gambut dan akses pasar.

“Kami harap penguatan pengembangan usaha ini, dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan restorasi gambut di Sumatera Selatan,” harap Ayu saat pembukaan kegiatan Sosialisasi Restorasi Gambut Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kegiatan sosialisasi ini, juga disampaikan capaian restorasi gambut di Sumatera Selatan sampai akhir 2020, yaitu telah dibangun infrastruktur pembasahan gambut sebanyak 331 unit Sumur Bor, 824 unit Sekat Kanal, 57 unit Timbun Kanal.

Dilakukan juga revegetasi seluas 250 hektar dan dibentuk 88 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Pada 2021 ditambah 8 DMPG lagi.

Sedangkan target restorasi, sampai 2024 seluas 157.848 hektare berada di Sumatera Selatan, yang mana untuk mencapanya, lanjut Ayu, diperlukan dukungan dan kerjasama yang baik para pihak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel