BRGM terus lakukan edukasi hadapi potensi penolakan restorasi gambut

·Bacaan 2 menit

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) masih menghadapi tantangan dalam kegiatan restorasi gambut termasuk penolakan oleh masyarakat sekitar sehingga pihaknya terus melakukan penyiapan dan edukasi masyarakat di sekitar kawasan restorasi.

"Karena gambut ini sudah lahan yang dibudidaya jadi kendala-kendala masyarakat juga ada di sekitar situ. Kadang-kadang kendala di lapangan itu adalah penolakan atas kegiatan restorasi," ujar Deputi Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan BRGM Tris Raditian dalam acara Refleksi Akhir Tahun BRGM di Jakarta, Kamis.

Tris menjelaskan bahwa pembangunan sekat kanal yang dilakukan BRGM terkadang terkendala karena kanal-kanal itu dibangun dengan tujuan mengeringkan lahan gambut untuk dibudidayakan. Selain itu, kanal-kanal tersebut juga digunakan sebagai jalur navigasi baik transportasi masyarakat atau hasil panen.

Baca juga: BRGM targetkan restorasi gambut seluas 360.000 hektare pada 2022

Hal itu menyebabkan terkadang upaya restorasi mendapatkan tentangan dari komunitas lokal yang berada di lahan target restorasi.

Terkait hal itu Deputi Edukasi dan Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRGM Myrna A. Safitri mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi, edukasi dan pengembangan masyarakat untuk mendukung upaya restorasi gambut.

Myrna mengatakan pihaknya meyakini restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Untuk itu, upaya restorasi gambut dan mangrove perlu dihubungkan dengan pengembangan desa.

"Karena itu maka program Desa Mandiri Peduli Gambut dan Desa Mandiri Peduli Mangrove menjadi hal yang menjadi perhatian kami," tegasnya.

Tujuannya adalah penyiapan masyarakat dalam pelaksanaan restorasi gambut dan mangrove, edukasi menuju perubahan perilaku, penguatan kelembagaan dan integrasi dengan pembangunan desa untuk keberlanjutan restorasi serta rehabilitasi.

Baca juga: Kepala BRGM pastikan terus tingkatkan restorasi gambut dan mangrove

Selama periode 2017-2020 telah terbentuk 640 Desa Peduli Gambut yang mencakup luas 7,4 juta hektare.

Pada 2021, program Desa Mandiri Peduli Gambut telah diberlakukan di 111 desa, sebagian adalah desa yang baru tapi terdapat juga desa yang sebelumnya sudah pernah terlibat dalam program itu.

Sementara untuk Desa Mandiri Peduli Mangrove baru diperkenalkan pada 2021 di 220 desa di sembilan provinsi wilayah kerja prioritas BRGM.

Baca juga: Tiga desa di Musi Banyuasin bentuk Masyarakat Peduli Restorasi gambut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel