BRI bidik pertumbuhan kredit 9-11 persen di 2023

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membidik pertumbuhan kredit mencapai 9 persen sampai 11 persen pada tahun 2023, seiring dengan kredit perseroan yang saat ini sudah tumbuh secara berkelanjutan.

Adapun per September 2022, kredit BRI sudah tumbuh 7,92 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

"Saat ini kredit yang disalurkan BRI sudah mencapai Rp1.111,48 triliun, jadi kalau tumbuh 10 persen (yoy) saja di tahun depan itu sudah naik sekitar Rp111 triliun," ungkap Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Kuartal III Tahun 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, optimisme tersebut seiring dengan kredit BRI yang sudah tumbuh secara berkelanjutan, dimana terlihat dari empat syarat. Pertama, sumber pertumbuhan baru yang jelas, dimana pada BRI sumber pertumbuhan barunya adalah dari Holding Ultra Mikro.

Syarat kedua yakni permodalan yang cukup, terlihat dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI sebesar 26 persen secara konsolidasi dan secara bank only 24 persen atau lebih tinggi dari ketentuan utama CAR perbankan yang sebesar 17,4 persen.

Kemudian syarat yang ketiga adalah likuiditas yang aman mengikuti dinamika di pasar, yang terlihat dari rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) secara konsolidasi sebesar 88,51 persen atau masih cukup jauh dari syarat optimal LDR sebesar 90 persen.

Dengan demikian, ia mengatakan pihaknya masih bisa memacu pertumbuhan perseroan karena masih memiliki kecukupan likuiditas yang tercermin dari LDR yang masih di bawah 90 persen.

Lebih lanjut, syarat keempat adalah kualitas kredit yang dicerminkan dari kehati-hatian dalam menerapkan manajemen risiko mengelola portofolio kredit. BRI telah memenuhinya dengan pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL Coverage) yang mencapai 278,79 persen per September 2022. yang tergolong sangat aman.

"Hati-hati saja tidak cukup apabila kita tidak punya bantalan yang cukup, maka kemudian me-manajemen pencadangan apabila terjadi pemburukan kualitas aset itu menjadi penting," tuturnya.

Baca juga: BRI cetak laba Rp39,31 triliun, naik 106,14 persen di triwulan III
Baca juga: BRI catat kredit tumbuh 7,92 persen ditopang segmen UMKM

Baca juga: BRI: 597.177 Agen BRILink catat volume transaksi Rp963 triliun