BRI Cetak Laba Bersih Rp6,86 Triliun pada Kuartal I-2021

·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI, Sunarso memaparkan kinerja keuangan perusahaan selama kuartal I-2021. Secara konsolidasi, BRI berhasil mencetak laba bersih senilai Rp6,86 triliun, pada akhir kuartal I-2021. Capaian ini turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,17 triliun.

"Hingga akhir Maret 2021 penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp914,19 triliun," papar Sunarso dalam telekonferensi, Selasa 25 Mei 2021.

Ia menjelaskan, kredit mikro perseroan mampu tercatat tumbuh 12,43 persen menjadi sebesar Rp360,03 triliun pada kuartal I-2021. Ini penopang utama pertumbuhan kredit BRI. Sementara, kredit konsumer juga tumbuh 1,62 persen yoy menjadi Rp145,06 triliun.

Secara umum, Sunarso menegaskan bahwa porfotolio kredit UMKM BRI tercatat sebesar 80,60 persen dari seluruh kredit BRI. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana komposisi kredit UMKM BRI tercatat 78,31 persen.

"Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus merangkak naik dan perseroan menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85 persen," ujar Sunarso.

Baca juga: Harga Apartemen Turun, Intip Lokasinya

Sunarso menambahkan, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan baik, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tercatat sebesar 3,16 persen pada akhir Maret 2021.

Selain itu, lanjut Sunarso, BRI juga menyiapkan pencadangan (NPL coverage) di kisaran 250,60 persen, yang telah ditetapkan BRI dan dialokasikan dengan komposisi terbaik.

"Di mana hingga akhir tahun kami proyeksikan pencadangan ini tidak akan setinggi tahun sebelumnya, seiring dengan kondisi ekonomi yang kian membaik," ujarnya.