BRI jadi bank di Indonesia dengan pengelolaan risiko ESG terbaik

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendapatkan skor 18,8 dari Sustainalytics, yang mengukur eksposur perusahaan terkait risiko lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social and governance (ESG).

Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menyebutkan semakin rendah ESG Risk Rating suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut dipersepsikan semakin baik dalam mengelola risiko ESG.

"Skor yang diraih BRI tercatat sebagai skor terbaik di kategori industri perbankan di Indonesia," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Skor BRI dalam ESG Risk Rating dari Sustainalytics tercatat mengalami perbaikan secara konsisten. Pada 2020, BRI masih meraih skor 30,00 atau high risk, kemudian beralih masuk ke kategori medium risk dengan skor 21,5 pada 2021, dan meraih predikat low risk pada tahun ini dengan skor 18,8.

BRI senantiasa mengikuti berbagai pemeringkatan ESG yang berstandar internasional sebagai salah satu parameter dalam implementasi ESG sekaligus agar dapat menjadi akselerator penerapan ESG melalui role modelling.

"Keterlibatan aktif BRI dalam pengukuran ESG Rating juga merupakan salah satu strategi perusahaan dalam melakukan continuous improvement terkait implementasi ESG, sehingga senantiasa dapat men-deliver economic value dan social value bagi seluruh stakeholder," ucapnya.

ESG Risk Rating dari Sustainalytics digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam pemilihan 30 konstituen IDX ESG Leaders Index.

Dalam indeks tersebut, BRI juga tercatat sebagai perbankan dengan performa terbaik dalam penerapan ESG.

"Pengukuran ESG Risk Rating menjadi salah satu acuan kami untuk meneruskan misi sebagai first mover on sustainable banking di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan berkelanjutan demi prosperity masyarakat luas," ungkapnya.

Baca juga: BRI resmi jadi Bank Operasional Valas pemerintah
Baca juga: BRI siapkan strategi mitigasi risiko hadapi tantangan ekonomi
Baca juga: BRI resmikan SPKLU guna dukung ekosistem kendaraan listrik