BRI Kelola Dana Tentara

Liputan6.com, Jakarta : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendapat kepercayaan untuk mengelola dana yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI). Nantinya, sekitar 400 ribu tentara dan pegawai negeri sipil di lingungan TNI di Indonesia akan menerima gaji melalui transfer uang dan tak lagi diberikan secara tunai.

Kepastian pengelolaan tersebut ditandai penandatangan nota kesepakatan antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Pramono Edhie Wibowo dengan Direktur Utam Bank BRI, Sofyan Basir, di Mabes TNI AD, Jakarta,  Senin (25/2/2013).

Secara lebih spesifik, kerjasama antara kedua belah pihak ini terkait pengelolaan dana baik yang bersumber dari APBN maupun non APBN. Daintaranya dana kelolaan itu adalah penyaluran dana Gaji dan Non gaji bagi lebih dari 400 ribu prajurit dan PNS TNI AD yang semula menerima pendapatan secara tunai.

"Seluruh TNI nantinya akan mendapatkan gaji langsung ke rekening masin-masing, jadi bisa ambil gaji lewat ATM  terdekat," ungkap Pramono.

Penyaluran gaji langsung melalui rekning ini menggunakan sistem payroll secara real time online melalui lebih dari 9 ribu unit kerja BRI sehingga dana tersebut dijamin diterima tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.

"Ini sebagai salah satu bentuk kegiatan memudahkan TNI dalam pembayaran gaji untuk para anggota yang bertugas di perbatasan atau daerah-daerah terpencil," tambah KASAD.

Selain pengelolaan gaji dan non gaji anggota TNI, BRI juga diberi kepeercayaan untuk mengelola program pensiun bagi seluruh prajurit dan PNS TNI AD melalui DPLK BRI (Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI).

Sementara itu, Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, mengungkapkan nantinya prajurit akan dapat tambahan dana pensiun dari DPLK BRI dan memberikan jamina Asuransi Jiwa.

"Selamai ini prajurit mendapatkan dana pensiun dari ASABRI, tapi nanti prajurit TNI ini akan mendapatkan tambahan dana pensiun dari kami, serta jaminan asuransi jiwa apabila meninggal dari Beringin Life," ungkap Sofyan.

Dia memastikan BRI saat ini merupakan bank yang memiliki area pemasaran terluas di Indonesia, dengan  wujud memiliki kantor cabang hingga ke kecamatan dan ATM di setiap cabangnya.

"Kantor cabang kami banyak, ada sekitar 9200 kantor cabang dan kami memiliki kurang lebih 14.200 ATM yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia", tegas Sofyan. (Yas/Shd)