BRI Liga 1 2021/2022: PT LIB Larang Pemain Tanpa Vaksin Kedua Merumput

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita menyebut setiap pemain harus sudah mengikuti vaksin kedua agar bisa diturunkan di BRI Liga 1 2021/2022. LIB, kata Lukita, tidak akan menoleransi pemain yang baru mendapatkan vaksin pertama.

"Vaksin ini sudah mutlak harus dua kali. Tidak bisa ditawar. Tidak ada pengecualian," ujar Lukita dalam jumpa pers virtual, Selasa (31/8/2021) malam WIB.

Lukita mengatakan, keputusan itu sudah sesuai dengan arahan yang diberikan pemerintah. Namun, PT LIB akan terus berkomunikasi dengan Kementrian Kesehatan soal kemungkinan adanya percepatan vaksinasi untuk para pemain di BRI Liga 1 2021/2022.

Saat ini, kata Lukita, jumlah pemain yang baru menerima vaksin pertama tidak sampai satu persen. PT. LIB menurut dia juga akan mengupayakan pengecekan manual kepada pemain yang sudah menerima vaksin kedua, namun datanya belum terinput di aplikasi Peduli Lindungi.

"Ada beberapa yang sudah dua kali tetapi datanya belum masuk ke sistem. Kita akan cek manual. Tetapi tetap yang baru satu kali tidak bisa bermain," katanya.

Vaksin Pemain Persib

Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Bola.net/Fitri Apriani)
Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. (Bola.net/Fitri Apriani)

Di sisi lain, LIB juga menjawab pertanyaan soal vaksin yang diterima pemain Persib, Geoffrey Castillon. Pemain asal Belanda itu diketahui hanya menerima satu dosis vaksin Johnson n Johnson lantaran divaksin di negara asalnya.

Direktur Operasional PT. LIB, Sudjarno mengatakan pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sepihak soal kasus Castillon. "Vaksin Johnson n Johnson, kami komunikasikan dengan Kemenkes, sementara kan kita vaksin harus dua kali," ujarnya.

Gelar Sembilan Pertandingan

BRI Liga 1 2021/2022 sudah dimulai sejak Jumat (27/8/2021). Pada awalnya, ada tiga pertandingan yang digelar sebagai ujicoba.

Rencananya, setiap pekan bakal ada sembilan pertandingan yang berlangsung. Hal itu sudah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 38.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel